
Golkar : Tidak Ada Ampun Bagi Kader Pembelot

Mamuju (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, mengatakan, tidak akan ada ampun bagi kader pembelot di pilkada Sulbar yang akan digelar pada tanggal 10 Oktober tahun 2011.
"Tidak akan ada ampun bagi kader Golkar yang membelot di pilkada sulbar dengan tidak mendukung pasangan yang diusung Golkar,"kata Anwar Adnan Saleh yang diusung Partai Golkar sebagai calon gubernur Sulbar di Mamuju, Minggu.
Anwar Adnan Saleh yang menjabat sebagai Gubernur Sulbar berpasangan dengan Aladin S Mengga atau disebut dengan nama "pasangan AAS" yang juga kader PDI Perjuangan Sulbar maju di pilkada sulbar.
Pasangan AAS maju di pilkada Sulbar tahun 2011 bernomor urut dua, didukung tujuh partai yang memiliki 23 kursi di DPRD Sulbar diantaranya, Golkar, PDI Perjuangan, PKS, PPP, PKPB, PDS dan Partai Hanura.
Anwar mengingatkan kepada segenap kader Golkar yang ada di Sulbar untuk tidak membelot dukungannya di pilkada Sulbar kalau tidak mau diberikan sanksi tegas berupa pemecatan.
"Kalau tidak mau dipecat dari partai, jangan coba-coba mengkhianati partai dengan membelot di pilkada Sulbar mendukung kandidat yang diusung partai lain,"katanya.
Ia meminta agar kader Golkar di lima kabupaten di Sulbar tetap solid mendukung pasangan AAS untuk memenangkan pilkada Sulbar tahun 2011.
"Tashan Burhanuddin kader Golkar yang menjabat sebagai anggota DPRD Sulbar dan maju sebagai calon gubernur di pilkada Sulbar berpasangan dengan calon gubernur, Alibal yang menjabat sebagai Bupati Polman, akan diberikan sanksi tegas berupa pemecatan dari partai,"katanya.
Menurut dia, pemecatan Tashan sudah diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di tingkat pusat untuk segera ditindaklanjuti, dan paling lambat setelah pilkada Tashan segera dipecat dari Golkar.
Dia berharap agar kader Golkar di Sulbar tidak ada yang membelot karena akan diberikan sanksi tegas dari partai.
"Di era reformasi ini persaingan partai sangat ketat sehingga kader partai dituntut konsistensinya dalam membela partai dan tidak boleh ada yang membelot karena akan diberikan sanksi tegas berupa pemecatan,"katanya.
(T.KR-MFH/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
