Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur : IPM Sulsel Tercepat di Indonesia

Selasa, 27 September 2011 07:12 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, akselerasi pembangunan Indeks Pembangunan Manusia di Sulsel tercepat di Indonesia saat ini.

"Dari peringkat 21 ke 19 (2009-2010) adalah percepatan tertinggi dari seluruh provinsi," katanya saat menanggapi pandangan umum fraksi DPRD Sulsel atas RAPBD perubahan 2011 di Makassar, Selasa.

Syahrul mengemukakan dalam tiga tahun terakhir IPM Sulsel meningkat tajam dari 67,8 di 2008 menjadi 70,2 di 2009 dan melesat menjadi 70,9 di 2010.

Peningkatan IPM adalah agenda utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2008-2013 yang meliputi, pemberantasan buta aksara, pendidikan gratis, kesehatan gratis, peningkatan kualitas pelayanan.

Syahrul mengatakan, pihaknya telah berjuang habis-habisan untuk memberantas buta aksara dalam mencapai target dalam RPJMD 2008-2013.

"Kondisi IPM, secara absolut dilakukan habis-habisan dalam beberapa tahun terakhir. Namun buta aksara yang mempengaruhi semua," katanya.

Menurut dia, seluruh target IPM yang tertuang dalam RPJMD telah tercapai, kecuali pemberantasan buta aksara yang cukup sulit karena rata-rata yang berusia diatas 45 tahun.

"IPM yang lain rata-rata kita sudah lampaui, termasuk pendapatan rakyat," katanya.

Ia mengemukakan, jika saja target buta aksara tercapai maka target IPM Sulsel bisa pada posisi 14 nasional saat ini, melampaui target RPJMD yang mematok posis 15 pada 2013.

Untuk mencapai target pemberantasan buta aksara dalam RPJMD, Syahrul mengatakan telah menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Negeri Makassar (UNM).

"Kinerja kita naikkan untuk mengejar target IPM. Yang kita sulit jangkau yang diatas 45, tapi kita sudah kerja sama dengan Unhas dan UNM," ucapnya.

Syahrul menyebut target IPM dalam RPJMD terlalu tinggi karena saat ditentukan angka IPM Sulsel masih berada pada posisi 30 dari 33 provinsi. (T.pso-099/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026