
AAS Minta Warga tidak Golput di Pilgub

Mamuju (ANTARA News) - Calon gubernur "incumbent" (pejabat kini), Anwar Adnan Saleh (AAS) meminta, kepada masyarakat yang memiliki hak politik tidak golput (tidak menentukan pilihan) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur 10 Oktober 2011.
"Kita berharap masyarakat Sulbar memanfaatkan momentum pemilihan gubernur dan wakil gubernur sebaik-baiknya untuk menentukan pilihan pada hari pencoblosan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS),"kata AAS di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, menjadi golongan putih atau golput, sengaja tidak menggunakan hak pilihnya, atau mencoblos semua gambar peserta pilkada, adalah tindakan mubazir.
Karena itu, masyarakat harus menjadi warga negara yang baik untuk ikut terlibat langsung menentukan pilihannya pada hari pencoblosan.
"Yang tidak ikut menentukan pilihan atau golput di pilgub adalah orang-orang yang tidak mensyukuri era demokrasi dengan diberikannya kesempatan untuk memilih langsung pemimpin di daerahnya. Makanya, masyarakat harus ikut andil untuk mencari pemimpin yang terbaik untuk rakyat"kata dia.
Ia mengatakan, pilgub merupakan ajang demokrasi untuk mencari pemimpin yang bisa membawa daerah ini menjadi lebih baik kehidupannya guna mencapai penigkatan kesejahteraan rakyatnya.
"Saya selaku calon incumbent tetap optimistis bisa memenangi pertarungan di pilkada yang tinggal beberapa pekan. Saya mengajak kepada masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk datang ke bilik suara mencoblos calon pemimpin di provinsi terbungsu ini,"kata AAS.
Tiga pasangan calon yang bertarung pada pilgub Sulbar diantaranya Salim S Mengga - Jawas Gani (Salim-Saja) bernomor urut satu didukung enam partai yakni PKB, PAN, PBR, PPD, Partai Barnas, dan Partai Buruh.
Kemudian dirinya yang berpasangan Aladin S Mengga, dengan menempati nomor urut dua didukung partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS, PPP, PKPB, PDS dan Partai Hanura serta partai Demokrat.
Lalu pasangan Ali Baal Masdar dan Tashan Burhanuddin (ABM-TA), bernomor urut tiga didukung tiga partai yakni Gerindra, PDK dan PNI Marhaenisme.
"Pasangan AAS pada pilgub ini merupakan kandidat yang paling mendapatkan dukungan dari sejumlah parpol koalisi. Jika mesin politik jalan ditambah dengan tim relawan maka bukan tidak mungkin kami bisa menjadi pemenang pada hari pencoblosan yang akan datang, "pungkasnya. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
