Logo Header Antaranews Makassar

Disperindag Pantau Dugaan Kedelai Mengandung Virus

Rabu, 28 September 2011 18:03 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Selatan menurunkan tim untuk memantau kemungkinan peredaran kedelai yang diduga mengandung virus.

Kepala Disperindag Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Rabu, mengatakan, tim yang beranggotakan 21 orang tersebut merupakan petugas Pengawasan Penguji Mutu Barang (PPMB) termasuk Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) akan turun ke semua pasar untuk melakukan pemantauan.

Ia menegaskan, jika kedelai tersebut beredar di pasaran dan terbukti berbahaya pihaknya akan melakukan penyitaan. "Kita utamakan adalah perlindungan konsumen," ujarnya. Jika dibutuhkan pihaknya juga mempertimbangkan untuk melakukan klarifikasi terhadap eksportir.

Namun, ia berkeyakinan jika memang kedelai tersebut dinyatakan bervirus oleh Balai Besar Karantina Pertanian Sulsel tentu tidak akan mungkin bisa masuk ke pasar.

Pihaknya hanya memiliki kewenangan mengantisipasi dan menghentikan peredaran jika kedelai tersebut ada yang lolos masuk ke dalam pasar.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 330 ton kedelai impor asal Amerika Serikat ditahan di Balai Karantina Pertanian Sulsel karena diduga mengandung jamur dan virus.

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan Balai Besar Karantina Pertanian Sulsel Junaidi mengatakan, kedelai tersebut kini tengah diuji laboratorium dan hasilnya dapat diketahui dalam dua hari ke depan.

Menurutnya, surat dan dokumen hasil pemeriksaan dari negara asal sudah lengkap termasuk lampiran rekomendasi kesehatan.

Namun, balai karantina tetap melakukan pengawasan terhadap semua produk impor. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan kedelai tersebut mengandung hama penyakit maka pihaknya akan melakukan pemusnahan.
(T.KR-RY/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026