
Sulsel akan Datangkan Dua Pelatih Asing

Makassar (ANTARA News) - Pengurus provinsi Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan berencana mendatangkan dua pelatih asing untuk menghadapi PON XVIII di Riau 2012.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Ikasi Sulsel Prof Andi Iksan di Makassar, Jumat, mengatakan, keinginan menggunakan dua pelatih asing dimaksudkan untuk membuat program pembinaan lebih efektif.
"Jika tim putra dan putri ataupun nomor degen dan floret ditangani masing-masing satu pelatih, tentu hasilnya jauh lebih baik. Karena itu, kami berharap rencana itu bisa terlaksana," jelasnya.
Mengenai persoalan dana yang harus dikeluarkan bila mendatangkan dua pelatih sekaligus, ia mengatakan, Ikasi Sulsel memiliki alternatif.
Alternatif itu, kata Iksan, jika KONI Sulsel ternyata sanggup mengontrak seorang pelatih selama sembilan bulan, pihaknya akan meminta masa kontrak tersebut dikurangi menjadi hanya selama enam bulan.
Sisa dana dari pemotongan masa kontrak itulah yang akan digunakan untuk membiayai satu pelatih lain.
"Intinya kami akan tetap melihat kemampuan pendanaan KONI Sulsel. Namun jika memang ingin meraih hasil terbaik tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit," katanya.
Selain itu, Ikasi Sulsel meminta pelatih asing yang diincar bisa segera didatangkan. Pelatih asing tersebut diharapkan sudah bisa menangani Isnawati Sir Idar pada Januari mendatang.
Sejauh ini, Ikasi Sulsel telah melakukan negosiasi dengan pelatih asal China. Proses negosiasi itu diserahkan kepada dua atlet andalan Sulsel yakni Isnawati Sir Idar dan Haerullah.
Kedua atlet tersebut kebetulan sedang berada di China sebagai persiapan menghadapi SEA Games 2011. "Namun sebelum disepakati, kami meminta pelatih yang bersangkutan menyerahkan CV atau riwayat kepelatihannya. Kami tidak ingin melakukan kesalahan dengan mengontrak pelatih yang ternyata tidak memiliki kapabilitas," ujarnya.
(T.PSO-283//N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
