
AAS Rangkul Tokoh Balanipa di Pilkada

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Calon Gubernur Sulbar pejabat kini, Anwar Adnan Saleh (AAS) merangkul tokoh Kecamatan Balannipa, Polman, Rahmat Hasanuddin yang juga ketua komite pembentukan Provinsi Sulbar.
AAS di Polman, Minggu, mengungkapkan ia merangkul Rahmat, karena dia salah satu tokoh yang bukan hanya dikenal di Polman melainkan oleh sebagian besar masyarakat di Sulbar.
"Kami patut bersyukur sebab mendapat dukungan dari salah satu tokoh penggagas provinsi Sulbar. Tentunya seluruh masyarakat bisa menilai bahwa dukungan yang diberikan oleh Rahmat merupakan sebuah penghargaan bagi kami," ungkapnya.
Sementara itu, Rahmat mengaku ada dua alasan memilih AAS sebagai calon Gubernur Sulbar, salah satunya adalah perhatiannya terhadap pendidikan dengan mendirikan Universitas Negeri Sulbar (Unsulbar) di Kabupaten Majene, yang merupakan pusat pendidikan di Sulbar.
"Selain itu, saya memilih AAS sebagai calon pemimpin Sulbar untuk kedua kalinya, karena selama ini AAS dalam memimpin Sulbar belum pernah memiliki cacat, utamanya terlibat dalam kasus korupsi," lanjutnya.
Dia mengatakan, AAS dalam menata pemerintahan tetap mengedepankan sistem pemerintahan yang bersih, sehingga hal tersebut menjadi ukuran pelayanan dan maksimalisasi pengelolaan anggaran untuk kepentingan masyarakat Sulbar.
"Kepemimpinan AAS telah dibuktikan selama lima tahun dengan berbagai prestasinya, untuk itu harus tetap dilanjutkan agar pembangunan yang telah direncanakan bisa berjalan maksimal selama lima tahun ke depan," harapnya.
Dia juga mengatakan, AAS dalam memilih pendamping yaitu Aladin S Mengga, sudah sangat tepat karena dari segi kebudayaan Sulbar pasangan AAS-Aladin dianggap telah mengakomodir masyarakat pesisir dan masyarakat pegunungan.
Dijelaskan, AAS mengakomodir masyarakat pegunungan dan Aladin mengakomodir masyarakat pesisir dengan simbol kerajaan yang selama ini masih sangat kental di masyarakat yaitu Pitu Ulunna Salu, Pitu Ba'bana Binanga atau tujuh kerajaan yang berasal dari pegunungan dan tujuh dari pesisir.
"Simbol ini harus tetap kita tanamkan sebagai akar sejarah Sulbar, sehingga poses pemerintahan di Sulbar tetap bisa berjalan dengan magakomodir seluruh kepentingan masyarakat," ungkap Rahmat.(T.PSO-284/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
