Logo Header Antaranews Makassar

Pengajar Unhas Terbanyak Sekolah di Jepang

Selasa, 4 Oktober 2011 16:38 WIB
Image Print
Dubes Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar (ANTARA News) - Universitas Hasanuddin hingga saat ini merupakan kampus di Indonesia, yang terbanyak pernah mengirimkan tenaga pengajarnya untuk menimba ilmu di negara Jepang.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori saat memberi kuliah umum di kampus Unhas di Makassar, Selasa mengatakan, dari 3.000 dosen alumni Jepang di Indonesia, 200 diantaranya berasal dari Unhas.

"Rektor Idrus juga alumni Jepang. Saya berharap kedepan hubungan Makassar (Unhas) dan Jepang akan berlanjut menjadi hubungan yang erat dan unik," katanya di depan Rektor Unhas Prof Idrus A Paturusi dan Wakil Rektor I Prof Dadang Ahmad Suriamiharja, Bupati Bantaeng, Prof H M Nurdin Abdullah, Kepala Perwakilan Jepang di Makassar Nobori Nomura dan puluhan mahasiswa kampus tersebut.

Dia menjelaskan, Jepang memiliki ikatan yang kuat dengan Indonesia di bidang pendidikan dan kebudayaan. Terbukti, mahasiswa Indonesia yang belajar di Jepang pada tahun 2010 mencapai 2.190 orang atau meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 1997 yang hanya 1.070 orang.

Jumlah itu menempati urutan kedelapan, setelah China, Korea, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Amerika Serikat. Namun Indonesia menempati peringkat IV jika dilihat dari kawasan ASEAN.

"Jumlah orang yang belajar bahasa Jepang di Indonesia 720 ribu orang, menempati peringkat ke-tiga di seluruh dunia. Berarti, lima orang yang belajar bahasa Jepang di luar negeri, salah satunya adalah orang Indonesia. Saya berharap akan ada lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia ke Jepang, ujarnya.

Katori menambahkan, selain pendidikan, Jepang juga memberi perhatian besar dalam peningkatan kualitas lingkungan di Indonesia. Program ini antara lain dilakukan melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) maupun Japan Fundation.

Sementara, Rektor Unhas Idrus A Paturusi mengatakan, bantuan Jepang telah berkontribusi pada banyak program di Unhas. Salah adalah kerja sama dengan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dalam bentuk pengadaan "set net" di Teluk Bone, yakni bentuk alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Jepang pun membantu dalam peningkatan pelestarian kampus Unhas dan pembangunan Kampus Fakultas Teknik di Kabupaten Gowa.

"Saat ini banyak dosen senior Unhas merupakan alumni Jepang dan saat ini sejumlah dosen yunior sedang mengikuti pendidikan lanjutan di Jepang," katanya. (T.KR-AAT/M019)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026