
Mahasiswa Unhas Telusuri Jejak Pelayaran ke Australia

Makassar (ANTARA News) - Enam mahasiswa pencinta alam Universitas Hasanuddin mulai menjalankan misi pelayaran ke Darwin, Australia, guna menelusuri jejak pelayaran para pelaut Sulawesi zaman dahulu.
Para anggota Korps Pencinta Alama (Korpala) Unhas yang berlayar menggunakan kapal tradisional Mandar jenis sandeq tersebut, dilepas Rektor Unhas Idrus Paturusi di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar, Selasa.
Keenam mahasiswa peserta ekspedisi yang diberi nama "Eksepedisi Pelayaran Akademis II" ini yakni Abdul Djalal (mahasiswa Fakultas Teknik), Guswar Gunawan (Fisipol), Fadli Isra (Peternakan), Lumay (Ekonomi), Ahmad (Hukum) dan Rusmin Nuryadi (Teknik).
Mereka menargetkan dapat menyelesaikan pelayaran dalam waktu 40 hari termasuk menyinggahi beberapa tempat sebelum tiba di Darwin. Rute yang akan dilalui mulai dari Makassar, menuju pelabuhan Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba (Sulsel), pelabuhan Benteng Kabupaten Selayar (Sulsel), pelabuhan Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT), pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur NTT, kota Kupang NTT lalu menuju Darwin.
"Ini bukan pelayaran biasa. Tahun depan kami menggelar seminar internasional tentang napak tilas peneliti Alfred Wallace ketika memformulasikan teori evolusi bersama Charles Darwin. Para mahasiswa ini akan mengambil data napak tilas Wallace di setiap wilayah yang disinggahinya," ujarnya.
Ketua Korpala Unhas Baso Hamdani menambahkan, pelayaran ini merupakan kali kedua. Sebelumnya Korpala pernah melakukan ekspedisi ke Malaysia dengan menelusuri jalur pelayaran Pulau Kalimantan dan Jawa pada tahun 1996.
Dia menjelaskan, sebelum pelayaran ke Darwin ini terlaksana, anggota ekspedisi telah melakukan latihan selama satu tahun di wilayah perairan Kepulauan Spermonde dan Selayar di Sulawesi Selatan serta perairan Majene di Sulawesi Barat.
Kapal Sandeq bermesin 15 PK yang memuat anggota ekspedisi ini berukuran 10 kali 1 meter. Didalamnya telah dilengkpi dengan alat navigasi seperti GPS dan Kompas, telepon satelit serta radio Marine-Band.
"Tim ekspedisi laut ini akan diikuti oleh tim darat yang akan menyiapkan segala kebutuhan. Insya Allah paling lambat awal Desember, kami sudah kembali ke Makassar," ujarnya. (T.KR-AAT/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
