
Ekspedisi Korpala Unhas Diharapkan Harumkan Nama Bangsa

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap ekspedisi pelayaran akademis Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin ke Darwin, Australia, menggunakan kapal tradisional Sandeq dapat mengharumkan nama bangsa.
Asisten III Pemprov Sulsel Amal Natsir saat melepas ekspedisi bersama Rektor Idrus Paturusi di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI di Makassar, Selasa, mengatakan, dalam dua dekade terakhir ada lima ekspedisi dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menuju luar negeri, namun semuanya dilakukan warga asing.
"Ini yang pertama kali dilakukan oleh warga kita sendiri, apalagi dari kalangan mahasiswa. Saya berharap adik-adik mahasiswa dapat membawa nama bangsa dengan baik," katanya.
Dia menjelaskan, ekspedisi pelayaran juga penting dilakukan sebagai salah satu cara mengidentifikasi pulau-pulau. Menurutnya dari sekitar 17 ribu pulau di Indonesia baru sekitar 6.000 yang memiliki nama.
Fungsi lainnya, pelayaran bisa meningkatkan pemahaman kesatuan wilayah maritim Indonesia sebagai sumber kehidupan bangsa. Pada tahun 1957, Indonesia telah mendeklarasikan diri sebagai negara kelautan, sebab laut dipandang sebagai instrumen penting untuk gerakan cinta bangsa.
Ketua Korpala Unhas Baso Hamdani mengatakan, pelayaran ditergetkan memakan waktu 40 hari. Mereka akan menyinggahi beberapa pelabuhan untuk mengambil data perjalanan peneliti Alfred Wallace serta menelusuri jejak pelayaran pelaut Sulawesi zaman dahulu.
Keenam mahasiswa peserta ekspedisi yang diberi nama "Eksepedisi Pelayaran Akademis II" itu yakni Abdul Djalal (mahasiswa Fakultas Teknik), Guswar Gunawan (Fisipol), Fadli Isra (Peternakan), Lumay (Ekonomi), Ahmad (Hukum) dan Rusmin Nuryadi (Teknik).
Mereka menggunakan kapal layar sandeq bermesin 15 PK. beberapa pelabuhan yang akan disinggahi sebelum tiba di Darwin, yakni pelabuhan Tanjung Bira Kabupaten Bulukumba (Sulsel), pelabuhan Benteng Kabupaten Selayar (Sulsel), pelabuhan Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT), pelabuhan Larantuka Kabupaten Flores Timur NTT, kota Kupang NTT.
"Anggota ekspedisi sudah latihan selama satu tahun di perairan Selayar dan kepulauan Spermonde di Sulawesi Selatan dan perairan Mandar di Sulawesi Barat. Kami juga memantau pelayaran ini melalui perjalanan darat," katanya.
Rektor Unhas, Idrus Paturusi menambahkan, hasil pelayaran tim ekspedisi ini akan menjadi bahan pembahasan dalam seminar internasional tahun depan. Seminar tersebut bertema perjalanan peneliti Alfred Wallace ketika memformulasikan teori evolusi bersama Charles Darwin. (T.KR-AAT/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
