
Yayasan Kalla Pelopori Penghijauan Lewat Udara
Rabu, 19 Oktober 2011 12:05 WIB

Program penaburan benih tanaman hutan melalui udara ini tercatat di MURI dengan urutan rekor ke 5141 yang diserahkan Senior Manager MURI Paulus Pangka kepada Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Syukri Mattinetta usai upacara peringatan HUT Sulsel ke-342 di Makassar, Rabu.
Penaburan benih tanaman hutan dilahan seluas 1.500 hektar dengan menggunakan dua unit Helikopter di Kecamatan Libureng oleh Yayasan Kalla dan Dinas Kehutanan Sulsel disaksiakan oleh MURI, 3 Oktober 2011.
Total benih tanaman yang ditabur 2.700 kilogram dari tiga jenis tanaman hutan yakni Sengon, Kalindra, dan Trembesi.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, Syukri Mattinetta, program penabuhan benih hutan lewat udara direncanakan di lahan seluas 28.000 hektar yang dibiayai APBN, serta 7.500 hektar yang akan dilakukan sendiri Yayasan Kalla.
Mega proyek penghijauan ini direncanakan pada lahan kritis di Kecamatan Libureng, Lamuru, Bontocani, Kabupaten Bone.
"Ini baru tahap pertama, kita akan lanjut bersama-sama jalan dengan Yayasan Kalla," ucap Syukri.
Sementara, Senior Manager MURI, Paulus Pangka, mengatakan, penabuhan benih ini masuk dalam daftar MURI karena merupakan yang pertama dilakukan lewat udara.
Ia berharap, terobosan yang dilakukan Yayasan Kalla dan Dishub Sulsel diikuti oleh semua provinsi di Indonesia yang banyak lahan hutannya kritis.
"Mudah-mudahan diikuti daerah lain, kita harap pesawat-pesawat Heli TNI bisa dimanfaatkan untuk program seperti ini, karena sangat efektif," ucapnya. (T.pso-099/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
