Mamuju (ANTARA) - Program penghijauan yang didanai melalui Green Climate Fund (GCF) di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin di Mamuju, Kamis, mengatakan, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) atau konvensi kerangka kerja perserikatan bangsa-bangsa tentang perubahan iklim, melaksanakan program penghijauan di Sulbar.
Ia mengatakan, program penghijauan tersebut dilaksanakan melalui The Green Climate Fund (GCF) yang merupakan lembaga yang akan melakukan pendanaan untuk penghijauan di Sulbar.
Gubernur meminta, agar program penghijauan yang akan dijalankan GCF yang selama ini telah membantu negara-negara berkembang, dapat menanam pohon tanaman produktif yang dapat menghidupkan dan bermanfaat secara ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Penghijauan di Sulbar dapat dilakukan GCF dengan menanam pisang dan sukun, yang akan bermanfaat ganda yakni selain untuk menjaga kelestarian alam, juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyakarat karena bernilai jual tinggi," ujarnya.
Ia juga meminta, agar GCF melakukan penghijauan dengan melakukan penanaman mangrove untuk pelestarian ekosistem laut yang juga akan berdampak ekonomi bagi masyarakat dipesisir Sulbar.
"Dengan menanam mangrove akan sangat baik dalam menyerap karbon, juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat karena akan menjadi tempat berkembang biak ikan dan kepiting yang dapat menjadi sumber kehidupan dan ekonomi masyarakat pesisir," katanya.
Menurut, program penghijauan yang dilaksanakan GCF sangat didukung Pemprov Sulbar, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan agar Sulbar beradaptasi dengan perubahan iklim.
Ia meminta, agar program penghijauan tersebut, dapat didukung pihak swasta dan masyarakat dengan berkolaborasi bersinergi dalam melakukan penghijauan karena bermanfaat bagi generasi mendatang.