Logo Header Antaranews Makassar

Pemkab Selayar Sulawesi Selatan evakuasi warga setelah gempa magintudo 7,5 di NTT

Selasa, 14 Desember 2021 14:25 WIB
Image Print
Beberapa rumah roboh di Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel saat terjadi Gempa Bumi magnitudo 7,5 di Larantuka, NTT dan dirasakan hingga ke Sulsel, Selasa (14/12/2021). ANTARA/HO/Sosmed
Gempa itu terasa hingga ke Selayar dan banyak bangunan, rumah dan lainnya rusak...

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan mengevakuasi warganya ke dataran lebih tinggi setelah adanya gempa bumi magnitudo 7,5 yang terjadi di Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pukul 10:20 WIB, Selasa.

Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali dalam keterangan yang disiarkan melalui Youtube, Selasa, mengatakan gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya di Pulau Larantuka cukup dekat dengan Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Gempa itu terasa hingga ke Selayar dan banyak bangunan, rumah dan lainnya rusak. Warga juga sudah banyak yang dievakuasi ke dataran tinggi," ujarnya.

Baca juga: Gempa susulan magnitudo 5,5 terjadi di Laut Flores

Baca juga: Gempa magnitudo 7,5 di NTT terasa di Makassar Sulawesi Selatan

Baca juga: BMKG sampaikan peringatan dini potensi tsunami di wilayah Sulawesi, NTT, NTB, Maluku

Basli Ali mengatakan dampak dari gempa bumi yang dikhawatirkan mengakibatkan gelombang tsunami juga sudah diterima oleh BPBD.

BPBD Selayar juga terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta terus memperbaharui informasi lanjutan demi keamanan warganya.

"Kita terus pantau informasi terbarunya karena gempa ini cukup keras. Seluruh wilayah Selayar terdampak dan ada dua daerah yang kerusakannya lebih besar," katanya.

Baca juga: BNPB pantau kondisi wilayah terdampak gempa 7,4 Larantuka

Baca juga: BNPB menerima laporan kerusakan akibat gempa 7,4 Larantuka

Baca juga: Airnav pastikan operasional berjalan normal pascagempa di Laut Flores

Basli Ali mengaku dua kecamatan yang paling terdampak, yakni Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Untuk dua kecamatan itu, ia belum bisa memastikan seberapa besar dampaknya karena jaringan komunikasi terputus.

"Dua kecamatan ini yang paling parah dampaknya. Kita tidak tahu seberapa besar kerusakan ditimbulkan, karena belum ada laporan dari sana. Jaringan komunikasi terputus saat gempa dan besok saya akan ke sana meninjau langsung," ucapnya.

Baca juga: BMKG akhiri peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,4 di Laut Flores

Sebelumnya, BMKG menginformasikan lokasi gempa berada di 7.59 LS, 122.26 BT. Gempa terjadi pada kedalaman 12 kilometer.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026