Logo Header Antaranews Makassar

BPDAS Tambah 100 Kebun Bibit Rakyat

Selasa, 15 November 2011 00:43 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Lariang-Mamasa, Sulawesi Barat, kembali melakukan penambahan sedikitnya 100 Kebun Bibit Rakyat (KBR) setelah dilakukan revisi untuk tahun anggaran 2011.

"Pada kuota pertama semula kami menyiapkan 195 KBR di lima kabupaten di wilayah Sulbar. Namun, karena ada revisi maka kami tambah 100 KBR baru sehingga total KBR tahun 2011 mencapai 295 unit KBR,"kata Kepala Seksi Program dan Kelembagaan Daerah Aliran Sungai BPDAS Lariang Mamasa, Ir. Mangatur Sirait di Mamuju, Senin.

Menurutnya, pada kuota pertama jumlah KBR sebanyak 195 unit itu terdiri dari Kabupaten Mamuju sebanyak 50 KBR, Majene 30 KBR, Polman sebanyak 43 KBR, Mamasa sebanyak 47 KBR dan Kabupaten Mamuju Utara sebanyak 25 KBR.

Setelah dilakukan revisi kata dia, maka lima kabupaten masing-masing mendapat tambahan diantaranya Kabupaten Mamuju bertambah 48 KBR, Majene bertambah 7 KBR, Polman bertambag 9 KBR, Mamasa bertambah 32 KBR dan Mamuju Utara bertabah 4 KBR.

"Proses penambahan KBR ini ada yang sudah rampung dan ada pula yang masih dalam proses. Namun, kami optimis target penambahan itu akan tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,"ungkapnya.

Ia menyampikan, kegiatan rehabilitasi penghijauan lingkungan dengana menyiapkan bibit pohon pada KBR ini minimal 50.000 batang setiap unit KBR.

"Jadi jika diakumulasi jumlah bibit pohon yang ada setiap KBR maka jumlahnya 14 juta lebih pohon yang tersedia. Program ini dibagikan secara secara gratis kepada masyarakat yang hendak melakukan penanaman pohon untuk mendorong gerakan penghijauan," katanya.

Ia mengemukakan, sebelumnya atau pada tahun 2010, BPDAS juga menyiapkan sekitar 176 unit KBR dan tahun ini bertambah menjadi 290 KBR.

Penambahan jumlah KBR tersebut kata dia, agar masyarakat semakin mudah mendapatkan bibit pohon untuk ditanam pada lahan-lahan kritis yang ada di daerah.

Mangatur mengemukakan, kebun bibit rakyat ini dikelola oleh kelompok masyarakat yang beranggotakan baik laki-laki maupun perempuan dengan membuat bibit berbagai jenis tanaman hutan atau tanaman serbaguna seperti bibit sengon, dao, jati putih, sentul, cendana, gaharu, trembesi dan mahoni.

Dia menambahkan, desa sasaran KBR diutamakan yang berada di daerah aliran sungai (DAS) di luar kawasan hutan, lahan kritis, lahan kosong atau lahan tidak produktif dan lahan sasaran penghijauan lingkungan.

Ia berharap, dengan hadirnya unit-unit KBR di Sulbar akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan penghijauan tanpa harus melakukan pengrusakan hutan di daerah karena bisa berdampak buruk terhadap lingkungan. (T.KR-ACO/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026