Logo Header Antaranews Makassar

Proyek Air Bersih di Polman Minta Dirampungkan

Selasa, 15 November 2011 19:23 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat meminta pelaksana pembangunan jaringan pipa untuk pengadaan air bersih di Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dirampungkan pekerjaannya.

"Kami minta proyek pekerjaan pembangunan jaringan pipa untuk pengadaan sarana air bersih di Desa Kenje, dirampungkan pekerjaannya oleh kantraktornya," kata anggota DPRD Provinsi Sulbar, Marvie Parasan di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan, proyek itu harus dirampungkan karena pengadaan pembangunan sarana air bersih di Desa Kenje, Polman itu, tidak diselesaikan kontraktornya.

Padahal, lanjutnya, proyek pembangunan yang menelan anggaran hingga Rp316 juta itu melalui APBD Provinsi Sulbar, sangat dibutuhkan masyarakat yang membutuhkan air bersih.

"Proyek yang tidak rampung itu selain tidak dapat berguna bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, juga telah menimbulkan masalah sengketa antara kelompok warga di Desa Kenje," katanya.

Karena, lanjutnya, dalam pelaksanaan pembangunan proyek pengadaan sarana air bersih itu tidak mengambil sumber air dari mata air di gunung, melainkan mengambil dari bak PDAM milik warga.

"Warga yang ada di Desa Kenje yang selama ini terlayani kebutuhan air bersihnya merasa terusik dengan proyek pengadaan air bersih itu karena bak PDAM untuk penampungan air mereka diambil sebagai sumber mata air dari pipa air bersih yang dibangun itu," katanya.

Akibatnya, warga yang menguasai bak PDAM marah dan merusak jaringan pipa sarana air bersih yang dibangun itu, sehingga memunculkan protes dari masyarakat lainnya yang tidak mendapatkan air bersih.

Sehingga kata dia, dua kelompok warga yang ada di desa Kenje itu saling berselisih memperebutkan air bersih di bak PDAM, yang sesungguhnya terjadi karena kontraktor pembangun pipa sarana air bersih tidak merampungkan pembangunan proyeknya dengan membangun jaringan pipa dan mengambil sumber air dari mata air di gunung.

"Mestinya jaringan pipa yang dibangun itu mengambil sumber mata air dari gunung bukan mencaplok bak PDAM warga lain yang sudah ada karena itu menimbulkan masalah, sehingga kontraktor pekerjaan proyek itu harus membangun kembali jaringan pipa dengan mengambil sumber air dari gunung agar tidak lagi terjadi masalah," katanya. (T.KR-MFH/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026