Logo Header Antaranews Makassar

Proyek Air Bersih Rp3,2 Miliar Kembali Dilelang

Selasa, 4 Desember 2012 04:30 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan melelang kembali proyek sarana dan prasarana air bersih yang melekat pada Dinas Pekerkaan Umum dengan anggaran senilai Rp3,2 miliar.

"Memang benar proyek air bersih ini sudah dua kali batal lelang. Makanya, kami kembali membuka penawaran untuk dilakukan lelang yang ketiga kalinya," kata Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Dinas PU Sulbar, Riri Nengsi di Mamuju, Senin.

Menurut dia, pembatalan lelang pertama dan kedua ini akibat dokumen penawaran yang dilakukan rekanan tidak ada yang memenuhi syarat.

Karena itu kata dia, pihaknya terpaksa membuka penawaran lelang terbaru.

"Pelaksanaan lelang pada dinas PU Sulbar ini terdapat dua yakni lelang proyek yang didanai dari APBD dan ada pula lelang untuk anggaran APBN," kata dia.

Riri mengatakan, keterlambatan proyek ini juga diakibatkan karena proyek air bersih ini semula diperuntukkan bagi sarana air bersih di Pulau Karampuang.

Tetapi, setelah dilakukan survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum ternyata proyek ini tidak dapat dilaksanakan, sehingga dialihkan enjadi proyek pemasangan sarana dan prasarana air bersih di So'do, Mamuju.

"Bukan kami yang melakukan revisi untuk mengalihkan proyek ke daerah Sodo, tetapi ini berdasarkan hasil kajian oleh Kementerian PU," ujarnya.

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sulbar, menyoroti rencana paket proyek air bersih yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak terlaksana akibat adanya pembatalan pemenang perusahaan.

"Kami patut menduga ada oknum pada Dinas PU Sulbar menjadi mafia proyek. Ini setelah kami mencermati salah satu paket proyek air bersih bernilai miliaran rupiah tersebut telah dilakukan proses lelang sebanyak empat kali. Anehnya, hingga kini paket pengadaan air bersih itu belum ada pemenangnya," kata Sekretaris Gapensi Sulbar, Atho Al Matho.

Menurut dia, proyek pembangunan sarana air bersih ini terbagi dalam tiga paket pekerjaan dan salah satu paket yang paling rancuh adalah pekerjaan pembangunan sarana air bersih di Sodo, Mamuju, dengan pagu anggaran senilai Rp3,7 miliar.

"Paket proyek ini telah dilelang sebanyak empat kali dan hingga kini belum jelas siapa pemenangnya. Ini mengindikasikan ada mafia proyek yang sengaja membatalkan proses lelang untuk memuluskan rencana memenangkan perusahaan tertentu yang dilakukan oknum ketua ULP Dinas PU Sulbar," ujar Atho.

Anehnya lagi, kata dia, lima perusahaan yang memasukkan penawaran pada paket pekerjaan proyek air bersih ini, ternyata pemilik perusahaannya tidak mengetahui keikutsertaaaan mereka dalam proses pelelangan tersebut.

"Masalah ini telah dilaporkan asosiasi ke pihak Polres Mamuju," katanya. (T.KR-ACO/H-KWR)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026