
Target Populasi Sapi Sulsel 200 Ribu Ekor
Kamis, 1 Desember 2011 18:28 WIB

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulsel Murtala Ali di Makassar, Kamis, menjelaskan, target tersebut merupakan hasil perhitungan dari populasi induk dan bibit sapi.
Berdasarkan data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, dari satu juta ekor sapi, 68 persen diantaranya merupakan sapi betina namun tidak semuanya siap dibuahi karena ada yang induk, dara dan bibit.
Setelah dilakukan perhitungan lanjutan bersama ahli peternakan, 42 persen induk dan 68 persen bibit ke induk dapat dikembangkan untuk mencapai target dua juta ekor sapi dengan target produksi 200 ribu per tahun.
Apalagi, tingkat keberhasilan teknologi inseminasi saat ini mencapai 80 persen ditambah dengan 650 inseminator yang telah dilatih. Upaya lainnya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah pengendalian penyakit.
Pemotong sapi betina juga dikendalikan dengan cara memberikan insentif untuk melakukan pembelian terhadap sapi betina produktif.
Terkait semakin meningkatnya permintaan daging sapi potong, Sulsel juga membutuhkan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) berstandar internasional akan RPH tersebut telah diajukan kepada Menteri Pertanian Suswono.
Mengenai rencana ekspor untuk memenuhi kebutuhan sapi dan kerbau hidup ke Malaysia, ia mengatakan, ekspor baru dapat dilakukan setelah swasembada daging sapi dan kerbau nasional tercapai pada 2014. "Tapi kalau daging potong kita masih bisa. Malaysia minta sapi hidup untuk dikembangkan di perkebunan kelapa sawit,"ujarnya.
Persediaan bibit sapi Sulsel saat ini sebanyak 55 ribu ekor sapi untuk mendukung pasokan daging sapi nasional terutama di Pulau Jawa dan Bali. Sebagai penghasil bibit nasional setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah, Sulsel juga telah mengirim bibit sapi ke sejumlah daerah seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat kurang lebih 5.000 ekor dari 100 ribu bibit sapi yang disiapkan. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
