
Pakar : Masyarakat Menyimpan Harapan pada Abraham Samad

Makassar (ANTARA News) - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar Prof Dr Aswanto mengatakan, masyarakat menyimpan harapan besar pada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi terpilih, Abraham Samad.
"Dengan terpilihnya Abraham sebagai Pimpinan KPK, tentu masyarakat menitip harapan besar, agar kasus-kasus korupsi dapat diberantas," kata Aswanto di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, Abraham menyimpan harapan masyarakat untuk memberantas korupsi, karena sebelumnya sudah dikenal secara umum oleh masyarakat bahwa memiliki perhatian yang cukup tinggi untuk memberantas kasus-kasus korupsi.
Menurut dia, Abraham yang berlatar belakang sebagai pengacara dan aktif pada LSM Anti Corruption Watch (ACC) di Sulsel memiliki kredibilitas yang baik untuk menempati posisi pimpinan KPK.
"Sebelum pemilihan akhir, Abraham dan Bambang Widjojanto medapat suara terbanyak dengan masing-masing mengantongi 55 suara," katanya.
Mengenai proses pemilihan pimpinan KPK itu, dia mengatakan, pihak DPR khususnya Komisi III sudah menunjukkan keseriusan untuk mendorong pemberatasan kasus-kasus korupsi.
"Proses pemilihan lima calon komisioner dan menentukan salah satu menjadi pimpinan KPK ini sudah menunjukkan jika pihak DPR serius," katanya.
Saat ini, lanjut dia, tinggal menunggu langkah-langkah pemberantasan korupsi yang dilakukan tim Abraham ke depan dan masyarakat diharapkan berpartisipasi serta mendorong upaya pemberatasan korupsi di segala lini.
Sebelumnya, pada proses pemilihan di Komisi III DPR RI, Jakarta, Jumat, Bambang Widjojanto dan Abraham memperoleh suara tertinggi yakni masing-masing 55 suara, sementara dua lainnya yang terpilih sebagai pimpinan KPK yakni, Adnan Pandu Praja yang memperoleh 51 suara serta Zulkarnaen memperoleh 37 suara.
Pemilihan pimpinan KPK dilakukan dengan sistem voting tertutup yakni setiap anggota memilih empat nama yang ditulis pada sebuah kertas dan dimasukkan dalam kotak suara.
Dari 56 anggota Komisi III yang memberikan suara, setelah dihitung maka empat nama tersebut di atas yang memperoleh suara terbanyak pertama hingga keempat terpilih sebagai calon pimpinan KPK periode 2011-2015.
Empat calon lainnya yang gagal terpilih sebagai pimpinan KPK adalah, Yunus Husein memperoleh 20 suara, Aryanto Sutadi meraih tiga suara, Abdullah Hehamahua mendapat dua suara serta Handoyo Sudrajat tidak memperoleh suara sama sekali. (T.S036/B013)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
