Logo Header Antaranews Makassar

Kepala BPMD : Pengawasan Proyek PNPM Perlu Ditingkatkan

Jumat, 2 Desember 2011 18:41 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang didanai melalui program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perdesaan maupun PNPM Visew di Sulawesi Barat perlu ditingkatkan, kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sulbar H. Mulyadi Bintaha.

"Program pemberdayaan yang digulirkan oleh pemerintah pusat telah berjalan dengan baik. Namun, harus diakui bahwa sebagian pelaksanaan kegiatan proyek hasilnya mengecewakan," kata H.Mulyadi Bintaha di Mamuju, Jum'at.

Ia mengatakan, kegiatan PNPM yang paling banyak mengundang masalah yang disampaikan masyarakat adalah PNPM-Visew.

"Terkadang banyak protes dari masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan karena tak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Karena itu, butuh pengawasan dari berbagai pihak agar pelaksanaan benar-banar mampu memberdayakan masyarakat,"tuturnya.

Ia menyampaikan, beberapa kegiatan yang dikeluhkan masyarakat seperti pembangunan pemecah ombak di kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene.

"Proyek pemecah ombak di daerah Tubo Sendana hasilnya memprihatinkan karena ternyata batu yang digunakan batu "mati" yang mudah lapuk. Kejadian itu tentu merugikan karena azas mafaatnya tidak dinikmati lama oleh masyarakat,"jelasnya.

Karenanya, kata Mulyadi, masyarakat masih perlu diayomi dengan pembinaan penyadaran bahwa program ini untuk kepentingan masyarakat.

"Masyarakat harus diberikan pembinaan penyadaran kritis sehingga proyek yang dilaksanakan untuk pembangunan daerah bisa tertangani secara optimal," ungkapnya.

Ia mengatakan, pemberian pemahaman diperlukan agar masyarakat lebih memahami PNPM-MP sehingga akan memperkuat komitmen semua pihak dalam penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Mulyadi juga mengatakan, sejak program PNPM-MP digulirkan pada 2008 telah banyak memberikan manfaat untuk perlaksanaan pembangunan di daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui PNPM-MP, kata dia, sedikitnya telah menyentuh 49 desa dari lima kabupaten di Sulbar di antaranya Kabupaten Mamuju, Majene, Polman, Mamasa, dan Mamuju Utara.

Untuk PNPM-Visew, kata dia, telah menyentuh hingga 20 desa sehingga total desa yang tersentuh melalui PNPM mencapai 69 desa.

"Proyek PNPM yang dilaksanakan itu cukup banyak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ada pembangunan gedung TK, pembagunan jalan tani, pemecah ombak, PLTMH termasuk penyaluran bantuan dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan,"ungkap dia.

Ia menambahkan, program Simpan Pinjam Kelompok Perempuan diaggap paling sukses karena tingkat pengembaliannya berjalan normal.

"Jika tidak salah, jumlah dana yang disalurkan melalui Simpan Pinjam Kelompok Perempuan telah mencapai Rp53 miliar," katanya. (T.KR-ACO/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026