Logo Header Antaranews Makassar

Jepang Serahkan Bantuan Ambulance dan Damkar

Kamis, 8 Desember 2011 02:05 WIB
Image Print
BANTAENG, SULSEL - Bupati bantaeng HM NUrdin Andullah (kiri) saat berada di atas Mobil pemadam kebakaran bantuan pemerintah Jepang di bantaeng, Rabu (7/12).(FOTO ANTARA/Humas bantaeng)

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Jepang melalui Ehime Toyota Motor Corporation menyerahkan bantuan dua unit ambulance dan satu unit pemadam kebakaran (Damkar) kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Penyerahan kendaraan bantuan tersebut dilakukan pada peringatan HUT ke-757 Kabupaten Bantaeng, di Bantaeng, Rabu.

Penyerahan dilakukan Managing Director Ehime Toyota Jepang Tatsumi Takemoto kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah disaksikan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Bupati Gowa Ikhsan Yasin Limpo, Bupati Gunungkidul DIY Hj Badingah, Bupati Karangasem Provinsi Bali I Wayan Geredeg, dan sejumlah petinggi lainnya.

Peringatan HUT Kabupaten Bantaeng tahun ini ditandai pembacaan sejarah singkat daerah berjuluk Butta Toa oleh Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita A Langgara.

Saat itu dilakukan penandatanganan naskah kerjasama antara Pemda Kabupaten Bantaeng dengan Pemda Kabupaten Gunungkidul DIY serta Kabupaten Karangasem Provinsi Bali.

Selain itu, juga dilakukan peresmian proyek pembangunan gedung Balai Kartini oleh Dinas PU dan Kimpraswil bernilai Rp2,6 miliar. Pembangunan Gudang Pembibitan dan Rumah Jaga Dinas Kehutanan dan Perkebunan bernilai Rp320 juta serta pembangunan stasiun relay PT Sulawesi Televisi Cemerlang senilai Rp500 juta.

Proyek lainnya yang diresmikan adalah pembangunan pasar rakyat percontohan Lambocca bernilai Rp15 miliar dan pembangunan proyek pasar tradisional moderen Marina Beach.

Kerjasama juga dilakukan Perusda Baji Minasa dengan pengusaha Rusia (PT Rumput Laut Sulawesi) disaksikan Duta Besar Rusia Hamid Awaluddin, dan sejumlah pejabat teras lainnya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyatakan, kerjasama ini semakin memperkokoh Kabupaten Bantaeng menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di bagian selatan Sulsel.

Menurutnya, Pemda berkomitmen melakukan sinergi untuk kapasitas masing-masing guna mendorong ekonomi masyarakat, ujarnya seraya mengemukakan kinerja layanan publik yang terus dipacu.

Ia kemudian menyebut kehadiran sekolah bertaraf internasional yang sudah berjumlah dua unit, sedang di bidang kesehatan, daerah ini berhasil meraih penghargaan Kabupaten Sehat Nasional.

Keberhasilan tersebut berkat upaya pelayanan dasar melalui Poskesdes hingga ke Pos pembantu serta Brigade Siaga Bencana (BSB). Kehadiran BSB berhasil menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Karena itu, Bupati HM Nurdin Abdullah berterima kasih kepada pemerintah Jepang yang telah memberi hibah ambulance dan fasilitas lainnya. Kini, jelas Bupati lagi, telah dibangun rumah sakit moderen untuk mengatasi pelayanan kesehatan dan rujukan dari daerah lain.

Sedang untuk mendorong perekonomian masyarakat, Pemda telah membangun delapan unit pasar, termasuk pasar bantuan Gubernur Sulsel, Pasar Marina Beach serta pasar tradisional moderen percontoan nasional Lambocca.

Pada tingkat desa, Pemda telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sementara untuk membantu masyarakat kurang mampu, Pemda membangun 50-an unit rumah dalam bentuk swadaya.

Sektor pertanian yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat juga terus dipacu dengan menggunakan teknologi, termasuk untuk pengembangan talas yang telah memiliki pasar jelas ke Jepang.

Sektor ini juga mendapat dukungan dari BPPT dengan membangun industri pupuk bernilai Rp50 miliar. Demikian pula terhadap pengembangan ikan nila gesit yang memanfaatkan lahan yang tidak produktif.

Pemda juga menyiapkan fasilitas wisata pantai dan wisata agro di pantai dan di dataran tinggi untuk menunjang visit south Sulawesi 2012, ujarnya. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026