Logo Header Antaranews Makassar

Gudang Plastik di Pemukiman Warga Terbakar

Minggu, 11 Desember 2011 17:04 WIB
Image Print
MAKASSAR, SULSEL - GUDANG PLASTIK TERBAKAR. Sejumlah warga berada di luar rumahnya saat terjadi kebakaran gudang plastik di Makassar, Sulsel, Minggu (11/12). (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

Makassar (ANTARA News) - Sebuah gudang tempat daur ulang plastik bekas yang berada di kawasan padat penduduk Jalan Rappokalling Timur, Kecamatan Tallo Makassar terbakar.

Semua warga yang bermukim disekitar lokasi kejadian, Minggu sore langsung menyelamatkan barang berharga miliknya serta mengevakuasi beberapa keluarga ke rumah kerabatnya.

Daeng Liwang salah seorang warga mengaku jika kobaran api itu diduga berasal dari dalam gudang tempat daur ulang karena gudang tersebut sudah berdiri sejak lebih dari 10 tahun.

"Saya tidak mengetahui pasti penyebab dari kebakaran itu karena yang saya lihat hanya api dan asap yang berasal dari dalam gudang," ujarnya.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar yang menerima informasi itu langsung menerjungkan 13 armadanya untuk menguasai api yang sedang berkobar termasuk mobil tangki untuk pendistribusi air.

"Setiap terjadi kebakaran, saya selalu menerjungkan armada sebanyak 11 atau 13 unit tergantung lokasi dan besarnya api. Yang jelas kami berusaha memaksimalkan semua armada kami untuk menguasai api yang sedang berkobar," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Hakim Syahrani.

Meskipun menerjungkan 13 armadanya, namun masalah muncul karena tidak semua kendaraan mampu menjangkau lokasi kebakaran karena padatnya pemukiman warga serta sempitnya jalan setapak yang hanya memungkinkan satu atau dua kendaraan yang masuk.

Sekitar enam hingga tujuh unit armada kebakaran tidak bisa menjangkau lokasi karena menunggu kendaraan lainnya keluar sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menguasainya.

Hingga saat ini, kobaran api masih terus terjadi, kerugian yang ditimbulkan juga belum dirampungkan aparat kepolisian, namun diduga jumlah kerugian mencapai ratusan juta rupiah. (T.KR-MH/B012)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026