
Pajak Kendaraan Sulsel Dirancang Bertambah 26 Persen
Senin, 19 Desember 2011 18:44 WIB

Angka tersebut dipaparkan sejumlah fraksi dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi terhadap nota keuangan dan rancangan APBD Sulsel 2012 di Makassar, Senin.
Sektor pajak ini meliputi, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) bahkan menjadi menyumbang hampir 90 persen dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2012 yang direncanakan Rp2,31 triliun.
"Patut diapresiasi kinerja pemerintah daerah untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baik di 2011 dan 2012 yang sebesar Rp2,31 triliun," kata juru baca, Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Bukhari Kahar Muzakkar.
Meski demikian, Bukhari mengemukakan, F-PAN memandang masih terdapat potensi PAD yang belum dikelola secara maksimal yakni dari sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
F-PAN juga mempertanyakan masih tingginya tunggakan PKB yang mencapai Rp100 miliar per tahun, yang disebabkan Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Sulsel kurang koordinasi dengan beberapa pemerintah kabupaten/kota.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sulsel dengan juru baca, Syamsari Kitta, mempertanyakan adanya rencana penurunan PAD dari sektor retribusi daerah, disaat tiga peraturan daerah tentang retribusi baru saja ditetapkan.
Disamping itu, F-PKS juga mempertanyakan, tidak adanya target pendapatan dari Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel.
Demikian juga dengan Fraksi Partai Golkar (F-PG) dengan juru baca, Ajeip Padindang, menilai target PAD dari pajak kendaraan masih memungkinkan mengalami penambahan dalam rapat kerja RAPBD di tingkat komisi DPRD Sulsel.
"Sebab kami memandang masih ada potensi pada penerapan pajak progresip kendaraan bermotor tahun 2012, serta penagihan atas tunggakan pajak kendaraan bermotor," ucapnya.
Dipenda Sulsel mencatat, wajib pajak kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua di daerah ini hingga Desember 2011, mencapai 1,5 juta orang.
Kepala Dipenda Sulsel, Arifuddin Dahlan mengatakan, realisasi PKB hingga Oktober 2011, mencapai 83,04 persen atau telah mencapai lebih dari Rp431 miliar dari target lebih dari Rp591 miliar.
Sementara BBN-KB telah terealisasi 82,03 persen atau mencapai lebih dari Rp670 miliar dari target sekitar Rp817 miliar. (T.pso-099/B012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
