Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur Terima Utusan Mahasiswa Unsulbar

Sabtu, 7 Januari 2012 06:44 WIB
Image Print
Anwar Adnan Saleh (FOTO ANTARA/Aco Ahmad)

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh menerima perwakilan mahasiswa Unsulbar guna mencari solusi atas sejumlah masalah yang terjadi di kampus mereka.

Rombongan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang berjumlah 20 orang ini tiba di rumah jabatan gubernur di Mamuju, Jumat malam, dipimpin Ketua tim negosiator, Muliadi.

Para mahasiswa yang bertolak dari Majene ini didampingi Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara, Kapolres Majene, AKBP Drs Suyatmo dan sejumlah pengurus Yapisbar seperti Prof Akbar Thahir yang juga kepala Bappeda Sulbar, Akhsan Djalaluddin juga asisten I Pemprov Sulbar.

Gubernur yang menerima perwakilan mahasiswa Unsulbar ini didampingi Wakil Ketua DPRD Sulbar, H. Andi Natsir Nawawi, Kepala Dinas Penddikan, Drs Jamil Barambangi, Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulbar, Rasid Tumpang, Kapolres Mamuju, AKBP Darwis Rincing dan sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Sulbar.

Ketua Tim negosiasi, Muliadi yang mendapat kesempatan pertama sebelumnya menyerahkan surat yang isinya berupa tuntutan mahasiswa untuk segera ditindaklanjuti Gubernur selaku ketua Yapisbar.

"Kami datang ke Mamuju untuk menyampaikan atas apa yang menjadi kegelisahan mahasiswa sehingga sepekan terakhir kami melakukan penyegelan kampus Unsulbar yang ada di Majene," kata Muliadi.

Ia mengatakan, ada sekitar 14 tuntutan mahasiswa untuk segera ditindaklanjuti Ketua Yapisbar.
Dari sekian tuntutan tersebut, lanjutnya, beberapa diantaranya adalah meminta kepada Ketua Yapisbar untuk segera melakukan dialog akademik dengan menghadirkan semua pengurus Yapisbar, wujudkan proses perkuliahan yang efektif, negerikan secepatnya Unsulbar, pembangunan sarana infrastruktur sarana dan prasarana perkuliahan.

Selain itu, penyelesaian pembebasan lahan seluas dua hektare yang berada di lingkungan rektorat, bus kampus harus berada di kampus, akreditasikan secepatnya semua jurusan di Unsulbar, fakultas hukum dan fakultas pendidikan segera diterbitkan operasionalnya, sturuktur Yapisbar diperbaiki, transparansi keuangan SPP mahasiswa Unsulbar serta dana bantuan Pemprov Sulbar dan Pemkab Majene, meminta tanggungjawab kopertis wilayah IX Makassar dalam penyelenggaraan fakultas hukum dan pendidikan Unsulbar yang tak punya izin operasional dan beberapa tuntutan lainnya.

"Yang terpenting agar seluruh pengurus dan pengelola melakukan dialog akademik. Ini merupakan tuntutan dari 4.000 mahasiswa Unsulbar," ujarnya.

Muliadi mengatakan, dengan batalnya proses dialog yang direncanakan sebelumnya akibat unsur kampus dan beberapa pihak yang diharapkan ikut berdialog tidak menghadiri undangan mahasiswa Unsulbar.

"Bagaimana mungkin kita bisa menemukan solusi jika seluruh pihak penentu kebijakan tidak hadir dalam dialog. Tentunya kami menganggap beberapa utusan yang datang ke Majene sehari sebelumnya tidak bisa memberikan solusi dan akhirnya kami menolak melakukan dialog," terangnya.

Karenanya, lanjutnya, harapan mahasiswa ada solusi yang bijak sesuai apa yang menjadi pemaparan Gubernur selaku Ketua Yapisbar.

Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh berjanji akan segera mencari solusi agar proses perkuliahan kembali aktif.

"Prinsipnya kami terima apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa. Tetapi kami minta agar masalah ini tidak membuat aktivitas perkuliahan terhambat," ujar Gubernur.

Ia mengatakan, dialog akademik akan tetap dilaksanakan oleh seluruh pengurus Yapisbar dan pengelola kampus walaupun dirinya baru bisa berada di Majene setelah kembali dari Jakarta.

"Saya tidak berada di Mamuju di bawah tanggal 20 Januari setelah pertemuan ini akan kembali ke Jakarta untuk menghadiri berbagai tugas selaku gubernur," ucap Gubernur. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026