
KONI Minta Pengurus Siapkan Calon Manajer Alternatif

Makassar (ANTARA News) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan meminta pengurus cabang olahraga menyiapkan calon alternatif sebagai antisipasi jika manajer atau pelatih yang disodorkan tidak memenuhi persyaratan.
Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, di Makassar, Senin, mengatakan, dari 32 cabor yang telah lolos PON, hampir seluruhnya telah menyetorkan nama pelatih dan manajer untuk mendampingi atlet di PON XVIII Riau 2012. Namun KONI Sulsel belum bisa memastikan bahwa setiap calon yang diajukan bisa diterima.
"Kita akan melakukan verifikasi pada setiap calon yang diajukan. Jika akhirnya dinilai tidak layak maka akan diganti dengan yang lebih memenuhi persyaratan seperti yang kita tetapkan," jelasnya.
Keputusan memperketat persyaratan calon pelatih atau manajer yang akan menangani setiap cabang olahraga di PON 2012, menurut Nukhrawi, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti perhatian atlet yang tidak maksimal.
Selain itu, lanjutnya, ketegasan yang diambil sebagai upaya KONI Sulsel dalam mewujudkan target minimal mempertahankan prestasi sebelumnya menduduki peringkat enam PON XVII Kaltim 2008.
"Kita membutuhkan sosok manajer yang memiliki jiwa olahraga sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi prestasi tim. Dari data yang masuk untuk posisi manajer memang umumnya berasal dari kalangan parpol dan pengusaha," ucapnya.
Untuk mempermudah pengurus dalam menyiapkan calon alternatif, KONI Sulsel berjanji mengumumkan hasil verifikasi pelatih dan manajer lebih cepat.
Bahkan, lanjut Sekretaris Umum IPSI Sulsel itu, hasil verifikasi sudah bisa dikeluarkan paling lambat pertengahan Januari 2012.
"Kita upayakan hasil verifikasi sudah bisa diumumkan pertengahan Januari nanti sehingga pengurus bisa lebih cepat mengirim ulang calonnya," kata Dosen Ilmu Olahraga tersebut. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
