Logo Header Antaranews Makassar

PB Ipmil Kecam Pertamina Soal Bahan Bakar

Kamis, 12 Januari 2012 18:47 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu (PB-IPMIL) mengecam PT Pertamina Fuel Retail Marketing Wilayah VII Makassar Sulawesi karena dianggap gagal melakukan pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Luwu.

"Masyarat kesulitan mendapatkan bahan bakar terutama premium di wilayah luwu dan sekitarnya, apa tidak ada pengawasan pihak pertamina di setiap SPBU di sana. Ini terkesan dibiarkan dan masyarakat kecewa karena tidak mendapatkan bahan bakar," tegas Ketua Umum PB-IPMIL Muhammad Said, di Makassar, Kamis malam.

Pengawasan dan tidak terkontrolnya SPBU di Luwu, ungkap M Said, menjadi imbas kelangkaan bahan bakar, sehingga masyarakat yang dirugikan. Belum lagi sistem distribusi yang dianggap ada "permainan" di tingkat agen sehingga memicu kekurangan stok di sejumlah SPBU wilayah Luwu Raya.

Bahkan kemungkinan, lanjutnya, ada dugaan seringnya terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak pada sejumlah SPBU di wilayah Luwu disebabkan ulah spekulan menimbun untuk mendapatkan keuntungan besar.

"Bisa saja itu terjadi, kemungkinan ada industri yang melakukan spekulasi dengan menimbun BBM subsidi bekerjasama pihak di SPBU tertentu," ungkapnya.

Apabila hal ini tidak ditindaklanjuti pertamina dengan memberi sanksi tegas terhadap SPBU yang ditengarai melakukan permainan dalam hal penimbunan, ancam Said, mahasiswa palopo akan mendatangi kantor PT Pertamina Region VII dengan menduduki kantornya di jalan Garuda Makassar itu.

"Yang jelas kami akan amankan stok BBM Wilayah Luwu Raya, sehingga antrean masyarakat di SPBU tidak ada lagi. Kami juga akan menduduki kantor tersebut bila temuan ini tidak ditindak lanjuti pertamina," ucapnya.

Ia menambahkan, mahasiswa sebagai elemen masyarakat tetap akan memantau stabilisasi pasokan BBM di wilayah Luwu. Sebab, kejadian ini terus terjadi lantaran tidak adanya pengawasan secara ketat dari pihak pertamina.

"Kita terus pantau pasokan BBM di setiap SPBU Wilayah Luwu, dan kami meminta agar pertamina melakukan pengawasan kepada mitra bisnis mereka jangan sampai ini dimainkan dan rakyat sengsara dibuatnya," tambahnya.

Ketika dikonfirmasi terpisah melalui telepon dan pesan pendek pihak pertamina melalui General Manager Fuel Retail Marketing Pertamina Region VII Adi Nugroho enggan memberikan jawaban dan terkesan tidak mengubris.
(T.KR-DF/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026