
Menurun Penjualan Daging Babi di Makassar

Makassar (ANTARA Sulsel) - Daging babi yang dijual pedagang di Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami penurunan dalam pekan terakhir ini karena dampak dari pemberitaan kasus flu babi yang menyerang Mexico.
Pemantauan di Pasar Sentral Makassar, Rabu, menjelang siang hari para pedagang masih tetap berjualan karena stok daging babi belum habis terjual, padahal sebelumnya pada waktu yang sama mereka biasanya sudah pulang.
Aseng, salah seorang dari lebih 10 orang penjual daging babi di Pasar Sentral Makassar mengatakan, sepekan terakhir omset penjualannya menurun antara 20-30 persen setelah merebaknya pemberitaan tentang flu babi yang menyerang Mexico dan Amerika serta sudah menelan korban jiwa.
"Hari ini permintaan daging sudah meningkat dibanding minggu lalu saat media gencar memberitakan flu babi, daging yang saya jual turun sampai 50 persen dari biasanya," ujar Aseng.
Menurut dia, sebelum virus H1N1 menyerang babi di beberapa negara maju seperti Mexico dan Amerika, tiap hari ia biasa memotong tujuh sampai delapan ekor babi atau sekitar 500 kg daging babi dijual tiap hari.
"Sekarang saya memotong empat sampai lima ekor babi sehari karena permintaan daging babi menurun, jadi mengikuti pasar," katanya dan berharap kasus flu babi bisa secepatnya diatasi pemerintah.
Harga daging babi yang dijual masih tetap stabil yaitu Rp47.000/kg, lemak Rp10.000/kg sedang daging lapis (campuran daging dengan lemak) Rp35.000/kg.
(T.PK-HK/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
