
Pasar murah Bulog-Disdag Sulsel diserbu warga

Makassar (ANTARA) - Pasar murah bahan pangan yang digelar Dinas Perdagangan Sulsel bekerja sama Perum Bulog Sulselbar dan distributor minyak goreng di serbu warga di Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kita bersyukur ada ini pasar murah, paling tidak ada bahan pokok yang bisa dibeli murah saat harga sembako terus naik," ungkap warga, Rahmawati, usai mengantre di lokasi pasar murah tersebut, Selasa.
Warga lainnya, Kamti yang berhasil mendapatkan bahan pokok setelah ikut berjuang mengantre panjang menuturkan, mendapat minyak goreng dan terigu.
"Tadinya mau konsultasi untuk operasi mata saya, lalu lihat ada pasar murah. Akhirnya, setelah antre dapat minyak goreng dua liter sama terigu harga Rp35 ribu. Kalau di Mamuju harga minyak Rp35 ribu per liter," beber warga dari Mamuju itu.
Dari pantauan, untuk mendapatkan bahan pokok itu, warga harus mengatre dan setelah mendapatkan bahan tersebut, jari warga akan ditandai menggunakan tinta agar tidak membeli dobel.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Askharie F Radjamilo disela pasar murah itu mengatakan, pasar murah ini bukan hanya menjual minyak goreng, tapi ada beras, terigu dan gula pasir. Harga Minyak goreng kemasan Rp14 ribu per liter, gula pasir Rp13 ribu per kilo, dan terigu Rp9.500 per kilo.

"Kita berupaya dan terus mengusahakan, menyediakan bahan pokok bagi masyarakat. Rencananya, Sabtu ini kila gelar lagi di pasar Pa'baeng-baeng, dan akan dihadiri Menko Perekonomian," katanya.
Mengenai soal minyak goreng, kata dia, pemerintah pusat telah mengeluarkan langkah penyatuan harga pertanggal 19 Januari 2022. Disusul aturan Permendag nomor 6 tahun 2022 dikeluarkan per 1 Februari 2022 dengan tiga jenis harga, minyak curah Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 dan premium Rp14 ribu per liter.
Untuk total bahan pokok yang dipasarkan i pasar murah ini, sebanyak 2.500 kilo gula pasir, 3.600 liter minyak goreng, beras 2.500 kilogram,
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulselbar, Bakhtiar AS pada kesempatan itu menambahkan, Bulog mendukung penuh pasar murah ini dengan menyediakan komoditi seperti gula pasir, tepung terigu dan beras.
"Saya pikir masyarakat tidak perlu khawatir karena memang stok persediaan kita masih aman. Kalau dikalkulasi kebutuhan rata-rata per bulan, kita masih punya (persediaan) lima hingga enam bulan ke depan, atau hampir 140 ribu ton beras untuk wilayah Sulsel yang tersimpan di gudang," tambahnya.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
