Logo Header Antaranews Makassar

Perusahaan Korea Lirik Penggalian Pasir Gowa

Senin, 11 Mei 2009 22:45 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Setelah pengembangan kentang di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Perusahaan tambang asal Korea, Dongrim Co.Ltd kembali melirik industri tambang penggalian pasir berkualitas untuk pembuatan beton, jembatan, gedung-gedung tinggi serta kontruksi bangunan lainnya.

"Mereka melirik industri tambang penggalian pasir yang ada di Kabupaten Gowa ini untuk pembuatan beton, jembatan, gedung-gedung tinggi serta kontruksi bangunan lainnya," ujar Bupati Gowa, Iksan Yasin Limpo, di Sungguminasa, Gowa, Sulsel, Senin.

Setelah melakukan penelitian, Perusahaan Tambang asal Korea, Dongrim Co.Ltd melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Gowa, Sulsel.

Penandatanganan MoU itu dilakukan oleh Direktur Perusda Gowa, H Wakito dengan Direktur Operasional Dongrim Co.Ltd, Parf Jin Pho didampingi Kim Wj Alex dan Chung Young Hun. Penandatanganan itu disaksikan Bupati.

Menurutnya, kerjasama ini adalah wujud keseriusan pihak investor Korea untuk membuat sebuah industri 'quarry' (penggalian) yakni pembuatan pasir berkualitas yang digunakan pembuatan beton untuk jembatan, gedung-gedung tinggi serta kontruksi bangunan lainnya.

Perusahaan yang berkedudukan Anyang City Kynggi Propinsi Korea Selatan ini mengaku berminat dengan pasir yang ada di Kabupaten Gowa sehingga dengan material berkualitas ini dapat ditampung oleh Perusda Gowa Mandiri. Selanjutnya diperjualbelikan dengan harga yang lebih tinggi.

Wujud dari kerjasama ini, pihak Perusda akan menyiapkan lahan seluas 30 Ha di wilayah Bili-Bili dengan memperhatikan tiga aspek yakni aspek jalan Kabupaten, Lingkungan serta Ketenagakerjaan. Bila aspek ini diperhatikan oleh investor Korea, maka tidak ada masalah untuk membuat industri pasir berkualitas tersebut.

Untuk aspek lingkungan, Iksan mengharapkan tidak ada lagi pencemaran serta pengrusakan pohon-pohon karena saat ini telah dicanangkan 'Go Green Sulsel'.

Begitupula aspek jalan, dia meminta jangan sampai dengan adanya industri ini, maka ruas jalan menuju ke wilayah itu semakin parah. Serta aspek ketenagakerjaan yakni memanfaatkan tenaga kerja lokal sehingga mereka juga dapat hidup layak.

"Dengan hadirnya industri material, maka semua pelaksana proyek dapat memperoleh pasir yang berkulitas di Perusda Gowa Mandiri, Holding Company. Dan diharapkan agar keduanya memperoleh keuntungan termasuk masyarakat dapat memperoleh keuntungan dengan adanya pasir berkualitas," katanya.

Dia menambahkan, bila riset yang dilakukan benar, studi banding yang baik serta keuntungan yang baik, maka kita yakin 70 persen perusahaan ini akan beroperasi dengan baik. Sebaliknya, bila riset tidak benar, studi kelayakan juga tidak baik, maka perusahaan ini akan memperoleh kerugian di atas 60 persen.

Sementara itu, Direktur Utama Perusda Gowa Mandiri, H Wakito, menjelaskan, kerjasama dengan pihak Korea ini dilakukan setelah melihat kualitas pasir yang ada di Gowa. Pasir yang ada di Gowa, lebih baik dibandingkan pasir yang ada di daerah lain.

Karena itu, lanjutnya, setelah industri material yang dikelola pihak Korea dengan Perusda Gowa Mandiri, maka pihak perusahaan materil yang ada di Korea sendiri dan Singapura berkeinginan memanfaatkan pasir yang ada di Gowa.

Begitu pula bagi penambang lokal yang ada di Bili-bili dan sekitarnya, dapat menjual pasir kepada pihak Perusda dengan harga pasaran. Nanti setelah diolah kembali, baru harga bisa naik diperuntukkan untuk kontruksi beton, jembatan serta gedung yang tinggi.
(T.PK-MH/F003)