Logo Header Antaranews Makassar

"Coral Center" Unhas Diresmikan

Rabu, 29 Februari 2012 23:21 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Pusat Pendidikan dan Informasi Terumbu Karang (Coral Center) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rabu, diresmikan.

Wakil Rektor IV Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Wali Kota Makassar Ir Ilham Arief Sirajuddin, MM hadir pada acara peresmian yang berlangsung di lantai V Gedung Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Unhas Kampus Tamalanrea.

Terumbu karang merupakan suatu ekosistem laut yang berperan krusial dalam menunjang kehidupan umat manusia, menjaga keseimbangan produktivitas di laut dan iklim.

Indonesia memainkan peranan penting di dunia, karena memiliki tingkat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Sekitar 80 persen jenis karang yang ada di dunia terdapat di Indonesia.

"Selain itu, Indonesia terletak di pusat distribusi terumbu karang dunia yang dikenal dengan segitiga karang (coral triangle) dunia," kata Prof Dr Jamal Jompa, MSc, salah seorang pakar kelautan Unhas.

Nilai penting kawasan segitiga terumbu karang ini dapat disamakan dengan pusat-pusat keanekaragaman hayati dunia lainnya seperti kawasan di Amazon, Amerika Latin, dan Congo Basin di Afrika. Oleh sebab itu, sebut Jamal Jompa, kawasan coral triangle sering disebut sebagai "the Amazon of the Sea".

Ekosistem terumbu karang di dunia mendapat tantangan dari aktivitas umat manusia dan perubahan iklim. Hasil penelitian para ahli menyimpulkan, kurang lebih dua juta hektar terumbu karang rusak dalam tujuh tahun terakhir. Laju kerusakannya mendekati dua persen per tahun, lima kali lebih besar dari kerusakan hutan tropis.

"Di Indonesia saat ini diperkirakan tersisa 30 persen luas terumbu karang yang masih dalam kondisi baik. Hal ini tentu saja memerlukan perhatian yang serius dari berbagai pihak untuk mengelola terumbu karang demi masa depan anak cucu," kata Jamal Jompa.

Sebaran jenis karang di Indonesia mencakup luasan diperkirakan 75.000 km persegi. Total karang di Indonesia mencakup sekitar 590 jenis yang termasuk dalam 82 marga karang atau 80 persen yang ada di dunia.

Upaya perlindungan terumbu karang sudah dilakukan sejak tahun 1998. Antara lain melalui program dan rehabilitasi terumbu karang dengan nama Coral Reef Rehabilitation and Managemenet Program (COREMAP).

Program tersebut telah mencoba mengatasi kompleksitas permasalahan pengelolaan terumbu karang di Indonesia, sekaligus perlahan memberikan dasar yang kuat dalam pengelolaan terumbu karang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dari program tersebut sangat disadari bahwa penyelamatan terumbu karang Indonesia dan dunia hanya bisa dilakukan jika telah terbangun kesadaran dan partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat, mulai pelajar, mahasiswa, masyarakat pesisir, pengudaha, peneliti, NGO (LSM), pemerintah, anggota dewan, dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Laut, Pesisir, Pulau-Pulau Kecil (Puslitbang LP3K) Unhas berupaya membantu memfasilitasi berkembangnya penelitian, pendidikan, pelatihan, dan program-progtam pengelolaan terumbu karang.

Saat ini, Puslitbang LP3K membangun dan menghadirkan pusat koleksi spesis terumbu karang terlengkap sebagai cikal bakal lahirnya Museum Terumbu Karang dalam konteks pengembangan Coral Center di Makassar, ucapnya.
(T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026