Logo Header Antaranews Makassar

MAYAT YANG DITEMUKAN DALAM SUMUR DIDUGA DIBUNUH

Rabu, 12 November 2008 14:41 WIB
Image Print

Makassar, 12/11 (ANTARA) - Andi Abubakar (60) warga Komplek Perumahan Dosen (Perumdos), Tallo, Makassar, yang ditemukan tewas dalam sumur (11/11), diduga dibunuh.

Kapolresta Makassar Timur, AKBP Kamaruddin, di Makassar, Rabu, mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti. Untuk sementara saudara ipar korban, TH sudah kita amankan dan statusnya masih sebatas saksi," ujarnya.

TH bersama korban yang diberi tugas untuk menjaga rumah peninggalan Prof Akhmad (dosen ilmu komunikasi Unhas) ini diamankan di Polsekta Tallo, karena hanya dia orang terdekat dari korban, apalagi TH dan korban tinggal dalam satu atap.

Saat tim Search and Rescue (SAR) mengevakuasi korban dari dalam sumur terdapat tali yang melilit ditubuhnya dan di ujung tali tersebut terdapat batu.

Di rumah TH di komplek Perumdos blok L ini ditemukan tiga lembar baju yang masih memiliki bercak-bercak darah dan sejumlah kuitansi utang-piutang.

"Polisi masih melakukan pengembangn kasus karena memang banyak kejanggalan yang ditemukan di lapangan, karena itu akan dilakukan suatu pengembangn dan mencari saksi-saksi tambahan lagi," katanya.

Mayat lelaki ini ditemukan dalam sumur bagian belakang rumah milik Prof Akhmad. Penemuan mayat ini membuat warga komplek jadi geger, karena mayat tersebut diduga sudah tewas selama seminggu lebih.

Alex (70), salah satu tokoh masyarakat komplek perumdos mengatakan, sejak seminggu ini dirinya tidak pernah lagi melihat korban.

"Saya kadang ngobrol-ngobrol dengan Andi, karena kami sama-sama orang tua, apalagi Andi hanya tinggal berdua dengan TH, dalam rumah peninggalan Prof Akhmad mantan dosen Unhas," katanya.

Menurut Alex yang juga mantan Ketua RT di komplek tersebut, setelah Prof Akhmad meninggal beberapa tahun silam, rumahnya itu hanya dihuni oleh keluarganya yakni, Andi Abubakaar dan TH.

"Antara korban dengan TH hanya sebatas ipar karena keduanya diberikan amanah sama Prof Akhmad untuk menjaga rumah tersebut, karena semua anaknya sudah tidak tinggal di Makassar lagi," ujarnya.

Awalnya, warga komplek juga bertanya-tanya karena sudah seminggu tidak pernah melihat korban. Selasa (11/11) pagi, salah seorang tetangganya yang sedang menyapu halaman rumahnya mencium bau menyengat.

Tetangganya itu pun mulai mencari aroma tidak sedap itu. Setelah menelusuri bau tersebut ternyata berasal dari belakang rumah milik Prof Akhmad, kejadian itu pun dilaporkan ke tetangga lainnya dan ke Polsekta Tallo.

Aparat polisi dari Mapolresta Makassar Timur dan Polsekta Tallo yang turun ke tempat kejadian perkara (TKP) kemudian membuat police line (garis polisi) di sekitar rumah tua tersebut. ***7***

(T.PK-MH/C/F003/F003) 12-11-2008 21:26:28