
Kodim Tawarkan Pemkab Majene Program Desa Mandiri

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Kodim 1401 Majene, Sulawesi Barat, menawarkan program desa mendiri kepada Pemkab Majene agar warga ekonomi lemah mampu mengantisipasi semakin sulitnya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Komandan Kodim Majene, Letkol Kav Tri Agus Suwanto di Majene, Senin, mengatakan, pembentukan desa mandiri merupakan program yang digalakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui kerja sama pemerintahan dengan bertujuan menciptakan masyarakat pedesaan yang produktif.
"Kami berharap dengan ujicoba yang akan segera dilakukan dapat menciptakan desa yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakatnya dengan cara mengelola lahan yang belum termanfaatkan secara maksimal," ungkapnya.
Menurutnya, program tersebut telah diujicobakan di beberapa kabupaten di Indonesia, seperti Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang dinilai memiliki dampak positif bagi masyarakat setempat. Setiap rumah pada desa yang diproyeksi sebagai desa mandiri menyisakan pekarangan rumah mereka untuk ditanami tanaman produktif.
Menurut Agus, selain untuk mengajak masyarakat dalam meningkatkan produktifitas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, hal tersebut juga dilakukan untuk memajukan pola pikir masyarakat desa agar tidak menjadi konsuntif.
"Kami berharap agar program yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Juni mendatang, namun akan didahului dengan rekomendasi dari masing-masing kecamatan serta akan dilanjutkan dengan survei dari petugas TNI, karena masih akan dilakukan penelitian terhadap kondisi lingkungan setiap desa.
"Terlebih dahulu kami akan melakukan identifikasi kebutuhan dan potensi apa saja yang memungkinkan untuk dikembangkan selanjutnya direalisasikan pada setiap desa yang telah direkomendasikan oleh setiap kecamatan," tutur Dandim
Menanggapai usulan program itu, Bupati Majene, Kalma Katta, mendukung sepenuhnya sebab program tersebut dapat maningkatkan taraf perekonomian masyarakat, apalagi dalam waktu dekat akan ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga akan diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok.
"Kami sangat mengapresiasi program yang ditawarkan oleh Kodim 1401 Majene, sebab saat ini dibutuhkan solusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat menghadapi kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM," ungkapnya.
Terkait proses pendanaan untuk menunjang berjalannya program tersebut, Kalma berharap ada bantuan dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang akan segera cair, sebab pada dasarnya 70 persen anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembangunan fisik. (T.KR-AHN/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
