
Terminal Pelabuhan Belang-Belang Mamuju Dibangun 2012
Rabu, 28 Maret 2012 09:35 WIB

Pelaksana Tugas Dinas Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Sulbar, Nicolas Terrano di Mamuju, Rabu, mengatakan, pada tahun ini pemerintah di Sulbar mengusulkan kepada pemerintah pusat agar dapat dibangun terminal penumpang di Pelabuhan Belang-belang Mamuju.
Ia mengatakan, usulan yang telah diterima badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) itu diharapkan dapat disetujui dan pembangunannya dapat dilaksanakan pada 2013 mendatang.
"Terminal penumpang ini akan difungsikan bagi penumpang ketika pelabuhan Belang-belang Mamuju telah disandari kapal Pelni yang melayani angkutan antarpulau di Indonesia," katanya.
Menurut dia, terminal yang diusulkan dibangun itu akan menjadi terminal utama di Pelabuhan Belang-belang Mamuju dalam rangka melengkapi sarana dan prasarananya.
"Terminal penumpang tersebut nantinya akan dipadati penumpang yang sudah mulai nampak di pelabuhan Mamuju itu khususnya masyarakat yang selama ini menjadi transmigran di Sulbar, baik dari pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan," katanya.
Nicolas mengatakan, pembangunan pelabuhan Belang-Belang yang terletak di Kecamatan Kalukku sekitar 30 kilometer dari Kota Mamuju, akan memakan waktu selama tiga tahun untuk dirampungkan.
Ia mengatakan, pembangunan pelabuhan bertaraf internasional ini akan didanai investor dari China dengan anggaran yang dialokasikan sekitar 27 juta dollar AS dan dimulai pada 2012.
Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk membangun pelabuhan peti kemas di kawasan pelabuhan Belang-Belang Mamuju untuk mendukung arus ekspor impor komoditi di Provinsi Sulbar.
Menurut dia, pelabuhan Belang-belang Mamuju saat ini memiliki kapasitas sekitar 10.000 ton dengan panjang dermaga sekitar 101 meter dan lebarnya sekitar 15 meter, sementara panjang trestlenya sekitar 91 meter dengan lebar enam meter dengan dilengkapi dua gudang serta luas kawasannya sekitar lima hektare. (T.KR-MFH/D009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
