
Pemkot Ambon Mulai Benahi Bantaran Sungai

Ambon (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai membenahi kawasan bantaran sungai sebagai upaya memperbaiki sanitasi lingkungan.
Kepala Dinas Tata Kota Pemkot Ambon Sam Latuconsina di Ambon, Senin, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan United State Agency for Internasional Development (USAID) mulai melakukan pendataan dan penataan bantaran sungai dan kawasan pegunungan sebagai bagian utama pembenahan sanitasi lingkungan.
"Pendataan ini diharapkan rampung akhir 2009 termasuk pembuatan perencanaan strategi sanitasi perkotaan di Ambon, dan memasuki 2010 sanitasi lingkungannya mulai diperbaiki," ujarnya.
Latuconsina menyatakan Kota Ambon hingga kini belum memiliki sanitasi kota maupun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
"Di Ambon yang ada hanya drainase, itu pun bukan untuk menampung limbah cair rumah tangga, melainkan untuk menampung air hujan yang turun," katanya.
Beberapa kota besar di Tanah Air telah membangun saluran khusus untuk pembuangan limbah, yang kemudian diolah menjadi air bersih untuk memenuhi kebutuhan mencuci masyarakat setiap hari.
Selain itu, warga yang tinggal di bantaran sungai sering memanfaatkan sungai sebagai tempat membuang tinja karena tidak memiliki saptik tank sehingga menimbulkan bau busuk.
Menurut Latuconsina, masalah perbaikan sanitasi lingkungan akan mendapatkan porsi lebih dalam berbagai program kerja Pemkot Ambon hingga 2010, di samping imbauan dan kampanye sadar dan bersih lingkungan kepada masyarakat.
Dalam rancangan program kerja 2010 akan dibuat MCK komunal pada bantaran sungai, mengingat 80 persen saluran keluar dari rumah penduduk ke sungai mengandung limbah cair rumah tangga dan tinja.
"Sesuai perencanaan, saluran buangan rumah tangga pada daerah bantaran sungai akan ditampung di saluran tersendiri, sehingga tidak mengotori sungai dan menimbulkan bau busuk, setiap rumah juga diharuskan memiliki saringan air tanah sendiri, sehingga air hujan dapat cepat terserap," katanya.
Ia menambahkan, dengan peningkatan dan perbaikan sanitasi lingkungan maka derajat kesehatan masyarakat di ibukota provinsi Maluku itu akan semakin meningkat.
Selain penataan sistem sanitasi, Pemkot Ambon bersama Mercy Corps juga bekerja sama melaksanakan penanganan sampah dan air bersih secara terpadu di Desa Nania, Kecamatan Baguala untuk wilayah yang datar, dan di Dusun Kayu Tiga, Desa Soya, Kecamatan Sirimau, untuk wilayah perbukitan.
(T.K-JA/N002)
