
Majelis Dzikir Bantaeng Terbentuk
Jumat, 13 April 2012 22:24 WIB

Para wakil ketua juga menjadi koordinator pada masing-masing kecamatan dan membentuk Majelis Dzikir pada tingkat kecamatan hingga ke desa.
Sedang Komando dzikir dipercayakan kepada Halim Yakub, HM Ribi, Hasanuddin, Syahruddin Najib dan sejumlah personel lainnya. Bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah dan Wakilnya Prof Dr HM Ghalib.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah melakukan penandatanganan naskah pengukuhan pengurus yang berlangsung di pendopo kediaman pribadi Bupati Bantaeng, Jumat
Bupati menyambut baik pembentukan Majelis Dzikir di daerah berjuluk Butta Toa (tanah tua) karena kegiatan ini merupakan kebutuhan rohani.
Masjid-masjid pada umumnya juga telah mendapat perbaikan sehingga lebih bersih dan semakin bagus. Perkembangan lainnya adalah munculnya Majelis Taklim yang dalam tiga tahun mencapai 300 kelompok yang tersebar sampai ke desa serta kelompok-kelompok dzikir.
"Kehadiran insan religius di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini diharapkan juga menjawab fenomena alam yang banyak terjadi selama ini, termasuk musibah gempa bumi yang melanda Aceh, banjir besar di Jakarta dan bencana lainnya di berbagai tempat," ujarnya.
Kondisi tersebut membutuhkan majelis dzikir yang dapat mendo'akan keselamatan bangsa dan daerah yang kita cintai bersama. "Kita bersyukur, Tuhan memberi sedikit pengetahuan sehingga kita dapat mencegah musibah banjir tahunan yang sering melanda Bantaeng," ucapnya.
Melalui pengetahuan yang sedikit itulah, dibangun cekdam dan hingga kini, Bantaeng terbebas dari banjir. Semua itu juga butuh kesadaran untuk bermunajab kepada Allah agar kita dapat dilindungi.
Bupati berharap, pada saatnya kegiatan dzikir dapat menggema dimana-mana di bumi Bantaeng dan doa-doa kita dapat diijabah oleh Allah, pintanya seraya mengemukakan perkembangan pembangunan yang sudah dilakukan Pemda selama ini.
Menurut Bupati, bila melihat dari sisi anggaran daerah, kondisi yang sudah dinikmati masyarakat tidak sebanding sebab Kabupaten Bantaeng selalu mendapat porsi anggaran terkecil di Sulsel seperti yang tergambar pada setiap menyerahan DIPA.
Meski begitu, bila dana yang sedikit tersebut diurus dengan baik dan benar, Insya Allah memperoleh berkah dari Allah. "Prinsip kerja inilah yang dipegang teguh dan harus dipertanggungjawabkan," tuturnya.
Ketua Majelis Dziki An Nur Bantaeng ustadz HM Nasir menguraikan proses lahirnya organisasi ini yang berawal dari pertemuan para sarjana Kaloling.
Ide awalnya, kata Nasir dimaksudkan untuk khaul almarhum H Abdullah Kr Latippa, kemudian berkembang dan ahirnya mempercayakan kepada Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah yang juga putra almarhum dan kini menjabat Bupati Bantaeng.
Dari berbagai pertemuan dan komunikasi yang intensif, dinilai putra almarhum H Abdullah Kr Latippa sangat lengkap sebab dia bangsawan, ilmuwan, hartawan dan agamawan.
Banyak figur yang bisa saja ilmuwan, tetapi belum tentu bangsawan. Atau mungkin dia bangsawan dan hartawan, namun belum tentu dia ilmuwan dan agamawan.
Karena itulah, sosok Prof Dr HM Nurdin Abdullah dinilai sebagai sosok pemimpin yang benar-benar paripurna dan pantas menjadi Ketua Dewan Pembina Majelis Dzikir An Nur, tambah HM Nasir. (T.KR-DF/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
