
DPRD Duga Longsor Majene Merupakan Kelalaian

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Hasriadi di Majene, Rabu, menduga longsor di Desa Onang, Kecamatan Tubo, Majene, menewaskan seorang warga, Adnan (40), merupakan kelalaian manusia.
Dia mengatakan, besar kemungkinan musibah tersebut terjadi karena faktor kelalaian manusia, bukan karena semata-mata bencana alam sebab ada beberapa indikasi yang bisa mengarah pada kelalaian dari pihak kontraktor yang sementara mengerjakan jalur Trans Sulawesi tersebut.
"Perusahaan yang melakukan pengerukan jalan di Desa Onang mesti bertanggungjawab terhadap kejadian nahas itu. Jika perusahaan memiliki tingkat kehatian-hatian saat melaksanaan pengerukan, musibah tersebut tidak perlu terjadi hingga menewaskan orang yang melintas," ujarnya.
Menurut Hasriadi, pihak keluarganya yang meninggal bisa saja menuntut perusahaan yang melaksanakan pengerjaan. Dia menilai pihak perusahaan kurang profesional melaksanakan pekerjaan sebab tidak peka melihat dampak yang bisa ditimbulkan.
Longsor Onang sempat melumpuhkan Trans Sulawesi sekitar sembilan jam. Selain menewaskan seorang pengemudi, peristiwa tersebut juga mengakibatkan kerugian materi karena sejumlah kendaraan hancur tertimbun meterial longsor dan kendaraan yang tertimbun rusak parah.
Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga mobil rusak parah. Selain itu juga mengakibatkan satu mobil tangki pengangkut bahan bakar jenis premium terperosok ke dalam jurang.
Hasriadi juga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan sebab jika dibiarkan berlarut-larut maka peristiwa ini hanya akan menjadi sejarah semata, namun publik tidak akan pernah mengetahui apa penyebab sesungguhnya. (T.KR-AHN/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
