Logo Header Antaranews Makassar

Meneg LH Minta Isu Lingkungan Hidup Dikampanyekan

Rabu, 2 Mei 2012 21:59 WIB
Image Print
MMakassar (ANTARA News) - Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya meminta isu lingkungan hidup ikut dikampanyekan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Pilih pimpinan daerah yang memberikan perhatian lebih pada lingkungan, memiliki misi dan visi pembangunan berbasis lingkungan," katanya pada pembukaan workshop nasional ke-6 Perlindungan Lapisan Ozon (PLO) di Makassar, Rabu.

Ia meminta agar isu lingkungan hidup juga masuk dalam agenda kampanye bersama pendidikan dan kesehatan yang selama ini banyak dikampanyekan calon-calon kepala daerah.

Udara dan air yang bersih serta lingkungan yang sehat dan nyaman, lanjutnya, merupakan hak asasi dan wajib disediakan oleh pemerintah sebagai bagian dari pelayanan publik. "Kita wajib menjamin udara dan air bersih dan lingkungan sehat. Malam ini bagian dari upaya tersebut," ujarnya.

Ia menegaskan perlunya upaya serius dari semua pihak menyikapi fenomena penipisan lapisan ozon. "Ini serius karena itu kita memerlukan perhatian dari semua pihak kalau tidak ada komitmen ini pasti sia-sia," katanya.

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen melakukan penghapusan sisa Bahan Perusak Ozon (BPO) terutama jenis hidrochlorofluorocarbon (HCFC) dalam kurun waktu tiga tahun mendatang dengan menetapkan pengurangan impor HCFC secara bertahap.

Pada akhir 2018, Indonesia diharapkan sudah dapat menghentikan impor HCFC sebesar 20 persen dari "baseline". Pemerintah bersama komunitas industri pengguna BPO telah menetapkan strategi penghapusan agar konsumsi BPO yang masih ada sampai saat ini dapat dikendalikan dan terus dikurangi sesuai jadwal target penghapusan dalam Protokol Montreal.

Hingga kini, Indonesia telah berhasil menghapuskan pemakaian BPO jenis clorofluorocarbon (CFC) serta lainnya dan mendapatkan perhargaan "Montreal Certificate of Recognition" dari UNEP.

Pelaksanaan program memerlukan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mengendalikan penggunaan BPO melalui pengawasan penggunaan dan peredaran serta melakukan identifikasi dan inventarisasi.

Masyarakat pun harus terlibat penuh dalam proses ini melalui peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang perlindungan dan pelestarian ozon termasuk melalui workshop PLO ini.

Ia mengingatkan, jika lingkungan terancam, ancaman lingkungan akan lebih berat sehingga keseimbangan harus terus dijaga. (T.KR-RY/F003)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026