
Ketua DPD I Golkar Sulsel tidak Menanggapi

Makassar (ANTARA News) - Ketua DPD I Golkar Provinsi Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo tidak menanggapi adanya oknum kader Golkar berinisial YG yang juga anggota DPRD Makassar yang diduga terlibat pemerasan pengusaha elpiji.
"Biar diteliti dulu, kan ada BK (Badan Kehormatan)-nya, tidak etis saya menanggapi sesuatu yang belum jelas," kata Syahrul usai mengembalikan formulir pendaftaran Calon Gubernur Sulsel di Sekertariat Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Makassar, Rabu.
Ketika ditanyai wartawan apabila dugaan tersebut benar, apa sanksi yang akan dijatuhkan kepada oknum anggota DPRD Makassar berinisial YG itu, jawabnya tidak mengarah dan terkesan lepas tangan.
"Jangan berandai-andai dong, jangan menzalimi orang," ujar Syahrul yang juga Gubernur Sulsel.
Sebelumnya, percakapan rekaman antara YG dengan pengusaha elpiji bernama Hendry terkait permintaan sejumlah uang senilai Rp15 juta kemudian dinegosiasi hingga Rp5 juta, bocor ke media. Hal itu kemudian menjadi perbincangan di masyarakat terkait etika profesi sebagai anggota Legislatif.
Awal mula dugaan pemerasan itu terkuak pasca peninjauan Komisi A Bidang Pemeritahan di lokasi gudang penyimpanan gas elpiji tiga kilogram jalan Daeng Tata IV, Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Pihak dewan saat itu meminta pemilik PT Prima Gas Sulawesi Pratama Hendry yang menjual gas elpiji tiga kilogram agar menunjukan izin yang dimaksud.
Namun dalam perjalanan, pemilik perusahaan tersebut tidak mampu menunjukkan izin penjualan, termasuk izin gudang dan hanya memperlihatkan izin tempat tinggal dan bukan izin agen, sehingga hal inilah yang diduga dijadikan sasaran empuk untuk mendapatkan uang. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
