
Masyarakat Ambon Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Ambon (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan masyarakat Kota dan Pulau Ambon untuk mewaspadai banjir dan tanah longsor terkait peningkatan curah hujan selama Mei - Juli 2012.
Pelaksana Harian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Kifly Wakanno di Ambon, Selasa, mengatakan, peringatan itu disampaikan agar masyarakat mewaspadai ancaman banjir maupun tanah longsor.
Peringatan ini juga terkait dengan curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Ambon pada Sabtu (26/5) malam hingga Minggu (27/5) subuh sehingga menyebabkan banjir dan longsor yang menewaskan delapan orang, sejumlah warga luka, rumah rusak, talud patah, dan rumah warga di bantaran sungai terendam.
Peringatan tersebut juga telah disampaikan kepada para camat, kepala desa dan lurah di Kota maupun Pulau Ambon agar menyosialisasikan peringatan itu kepada warganya.
Masyarakat diingatkan agar memperhatikan tanda - tanda akan terjadi tanah longsor dan banjir serta tidak merusak lingkungan penyangga karena berakibat erosi.
Masyarakat yang mendiami lereng bukit dan bantaran sungai diminta menghindar dari titik lokasi rawan bencana ke daerah aman.
Masyarakat dipandang perlu memangkas atau menebang pohon di sekitar rumah karena dikhawatirkan tumbang dan menimpa tempat tinggal.
Masyarakat juga perlu memperhatikan saluran air agar tidak terjadi penyumbatan yang menyebabkan meluapnya sungai sehingga rumah warga terendam.
"Jadi masyarakat diimbau memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, baik melalui seruan pemerintah, media cetak maupun elektronik karena kenyataan setiap musim hujan di Kota maupun Pulau Ambon ada korban tewas," ujar Kifly Wakanno.
Data ANTARA menunjukkan, pada musim hujan 2011 yang dimulai 30 April mengakibatkan warga Batugantung, Febby Kuruwal meninggal dunia akibat longsor.
Longsor di kawasan Bere - Bere, kelurahan Batumeja, kota Ambon pada 31 Juli 2011 mengakibatkan satu kelurga bermarga Makatita tewas.
Selain itu, ratusan rumah warga terendam banjir maupun tertimpa longsor, kemduian jembatan, talud, dan jalan rusak. (T.L005/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
