Logo Header Antaranews Makassar

Perluasan Bandara Terkendala Pembebasan Lahan

Senin, 4 Juni 2012 21:56 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Upaya pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menyambut "Open Sky 2015" dengan menambah panjang landasan pacu dari 3.100 meter menjadi 3.500 terkendala pembebasan lahan.

"Seharusnya PT Angkasa Pura Airport segera melakukan upaya membebaskan lahan, apabila tidak sesuai target pada 2013 tidak dilakukan pembangunan, maka 'open sky' terancam gagal di Makassar," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel Masykur A Sultan, Senin.

Di sela-sela pertemuan dengan pihak Angkasa Pura I Airport Makassar, dia mengatakan, sebaiknya pihak pengelola bandara yakni Angkasa Pura segera mempercepat pembebasan lahan sekitar 12 hektare itu.
Menurut dia, apabila tidak segera dibebaskan maka "open sky" di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk melayani ASEAN Open Sky 2015 terancam gagal.

Lima bandara internasional telah ditunjuk Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti, yakni Soekarno Hatta Jakarta, Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Kuala Namu Medan dan Sultan Hasanuddin Makassar karena melayani penerbangan intenasional.

"Tidak hanya itu beberapa negara sahabat juga akan membuka penerbangan di sini termasuk Saudi Arabia. Untuk itu kami berharap agar cepat diselesaikan," ungkapnya.

Direktur Teknik Angkasa Pura Airport Makassar, Rahim mengatakan, berkenaan dengan pembebasan lahan saat ini dilakukan prundingan dengan masyarakat sekitar area pembangunan.

"Kita sementara ini melobi masyarakat dan diharapkan masyarakat mau membebaskan lahannya karena untuk kepentingan bersama dan sifatnya untuk umum," katanya

Ditanya berapa besaran anggaran yang disedot untuk pembebasan lahan tersebut, dia enggan merinci dan hal itu merupakan kewenangan pimpinan.

"Mengenai dengan anggaran, Direksi dan Direktur PT Angkasa Pura yang mengetahui dan berwenang dalam hal itu," katanya. (T.KR-DF/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026