
Ketua DPC Demokrat Luwu Terancam Dipecat

"Kita belum menerima informasi secara lengkap, saya lihat hanya di televisi pagi tadi. Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi baru kami mengambil sikap resmi," kata Sekertaris DPD I PD Sulsel Ni'matullah, di Makassar Senin.
Mantan Ketua Senat Ekonomi Unhas ini mengatakan, perbuatan yang dilakukan Syukur Bijak kini masih menjabat Wakil Bupati Luwu, kata dia, sudah masuk dalam kategori pelanggaran besar dan tidak ada toleransi.
"Ini pelanggaran fatal, jelas dan pasti ada konsekuensi yakni pemecatan kalau itu terbukti," tegas Ketua Fraksi Demokrat Sulsel ini.
"Kalau di partai bersifat menunggu, keputusan resmi kalau terbukti kenapa tidak, begitupun kalau terlibat dalam kasus korupsi" ucapnya.
"Setiap kegiatan besar yang dilaksanakan Partai Demokrat pasti kita sisipkan pemeriksaan rutin dan itu semua berlaku bagi pengurus dan ketua, tetapi masih saja ada kader yang mengunakan barang haram itu," tambahnya.
Sebelumnya, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Luwu ini ditangkap bersama enam rekannya ketika menggelar pesta narkoba di salah satu rumah Kompleks Villa Mutiara, Jalan Ir Sutami, Makassar, minggu malam.
Bahkan Satuan Narkoba Polrestabes Makassar telah menggelar barang bukti yang diamankan pada penangkapan diketahui Wakil Bupati Luwu berinisial SB bersama rekan-rekannya yakni, EN, AN, JB, AT, SA dan CN.
"Kita belum bisa memberikan keterangan secara resmi, nanti biarkan pimpinan yang memberikan penjelasan," ujar Wakil Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Anwar Danu. (T.KR-DF/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
