
Bulog Kurangi Prognosa Pengadaan Beras di Sulteng

Palu (ANTARA News) - Bulog telah mengurangi prognosa pengadaan beras untuk kebutuhan nasional di Sulawesi Tengah dari 25 ribu ton menjadi 15 ribu ton.
Kepala Bulog Sulteng Achmad Ma'mun di Palu, Jumat, menjelaskan penurunan prognosa pengadaan beras itu dilakukan mengingat pagu raskin yang dialokasikan pemerintah kepada rumah tangga sasaran (RTS) untuk jatah Juni-Desember 2012 ini telah berkurang.
"Jadi pengadaan harus disesuaikan dengan penyaluran," katanya.
Ia mengaku pagu raskin untuk semua daerah di tanah air mengalami perubahan karena disesuaikan dengan jumlah warga prasejahtera.
Khusus Sulteng yang sebelumnya mendapat pagu beras sebanyak 28.000 ribu ton, kini turun menjadi sekitar 22 ribu ton untuk disalurkan kepada 210.501 kk tersebar di 10 kabupaten dan Kota Palu.
Kebutuhan beras sebanyak itu diharapkan selian pengadaan lokal,juga didatangkan dari luar daerah seperti Sulsel yang selama ini merupakan daerah di kawasan timur Indonesia (KTI) yang terbesar realisasi pengadaan beras stok nasional.
Pengadaan beras di Sulteng dilakukan oleh satgas Bulog dan Unit Penggilingan Gabah dan Beras (UPGB), juga bekerja sama pihak swasta (pengusaha penggilingan padi dan koperasi).
Realisasi pengadaan beras di Sulteng hingga kini baru sekitar 7.000-an ton dari prognosa sebanyak 15 ribu ton.
Harga beras di tingkat petani saat ini berkisar Rp6.500,00 sampai Rp7.500,00 per kilogram.(T.BK03/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
