Logo Header Antaranews Makassar

Warga Majene Mengeluh Isi Ulang Elpiji Langka

Minggu, 8 Juli 2012 20:23 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Sejumlah warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengeluh akibat terjadinya kelangkaan stok isi ulang elpiji ukuran tiga kilogram dan 12 kilogram pada sebagian besar pengecer di daerah itu.

Pantauan ANTARA di Majene. Minggu, seorang ibu rumah tangga di Majene, Surya, mengaku tidak mendapatkan gas isi ulang elpiji meskipun telah mendatangi sejumlah agen sejak satu hari. Sementara, dia mengaku tidak lagi menggunakan kompor minyak sebab telah diganti dengan elpiji.

"Terpaksa kami harus menunggu hingga stok elpiji kembali dijual oleh agen sebab kami sudah tidak pernah menggunakan kompor minyak sejak penggunaan elpiji diterapkan pemerintah beberapa bulan terakhir," keluhnya.

Hal yang sama dirasakan Jumriana, juga ibu rumah tangga. Menurut dia, selama ini stok elpiji yang sering habis adalah ukuran tiga kilogram, namun kali ini stok isi ulang elpiji 12 kilogram juga mengalami kelangkaan.

"Kemungkinan hal ini terjadi akibat putusnya jembatan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, sehingga pasokan isi ulang elpiji juga mengalami keterlambatan," tukasnya.

Sementara itu, salah satu agen elpiji, Hasan mengaku habisnya stok isi ulang elpiji tiga dan 12 kilogram akibat keterlambatan distribusi dari penyalur. Hal tersebut disebabkan ambruknya jembatan di Pinrang dan beberapa kendaraan berukuran besar tidak bisa melintas.

"Kami telah berkoordinasi dengan para penyalur yang mendistribusikan isi ulang elpiji dari Kabupaten Parepare, Sulsel. Rencananya isi ulang tidak lama lagi segera didisrtibusikan setelah jembatan tersebut bisa dilalui oleh kendaraan pengangkut elpiji isi ulang," tukasnya.

Khusus untuk elpiji isi ulang berukuran tiga kilogram biasanya dijual seharga Rp16 ribu per tabung, sementara ukuran 12 kilogram dijual seharga Rp95 ribu per tabung.

Hasan mengaku belum mengetahui harga akan naik atau tidak sebab biasanya, jika terjadi kelangkaan stok maka harga eceran juga akan mengalami kenaikan. Namun jika stoknya bisa kembali normal, harga juga akan disesuaikan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.(KR-AHN/N001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026