
Pengendara Diminta Waspadai Kawasan Longsor Majene

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Warga pengguna jalan yang melintasi kawasan longsor di Desa Onang Dusun Onang Utara Kecamatan Tubo Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang merupakan jalur Trans Sulawesi, diminta tetap waspada, sebab kawasan tersebut merupakan langganan longsor.
Kepala Satuan Lalulintas Polres Majene, AKP Saharuddin di Majene, Minggu, mengatakan kawasan longsor di daerah Onang bisa menimbulkan logsor susulan setiap saat, utamanya saat dan setelah hujan.
"Strauktur tanah di kawasan tersebut sangat labil dan mudah menimbulkan longsor susulan saat hujan turun, bahkan beberapa saat setelah hujan turun juga tetap beresiko menimbulkan longsor susulan," tukasnya.
Longsor di kawasan tersebut telah menewaskan seorang pengendara dan empat kendaraan roda empat hancur setelah tertimbun longsor serta dua kendaraan roda dua tergelincir dalam jurang saat longsor sekitar dua bulan lau.
"Kami berharap pengguna kendaraan tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut dengan melihat beberapa gejala pemicu longsor yang selama ini telah terjadi berulang kali," imbau Saharuddin.
Kendaraan yang berbobot besar sangat berpengaruh terhadap kondisi tebing yang mudah rubuh akibat getaran dari kendaraan yang melintas, sehingga para pengguna jalan diharapkan berhati-hati.
Kepala BPBD Majene, Mansyur, sbelumnya menyebutkan tiga kecamatan di Majene yang merupakan jalur Trans Sulawesi masih rawan longsor, yaitu Kecamatan Sendana, Tammeroddo Sendana, Tubo Sendana.
Sementara itu, lokasi longsor di Onang kembali terjadi sehari sebelumnya dan menutup jalur Trans Sulawesi selama lima jam dan mengakibatkan kendaraan dari arah Sulawesi Selatan serta Majene dan Kabupaten Polewali Mandar, menuju Kabupaten Mamuju, Sulbar, terhambat. Begitu pula arus kendaraan dari jalur sebaliknya.(T.KR-AHN/N001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
