
Tiket Bus AKAP "Laris Manis"

Mamuju (ANTARA News) - Penjualan tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) khusus jurusan Mamuju, Sulawesi Barat ke kota Makassar, Sulawesi Selatan "laris manis" (terjual atau di-booking) untuk pemberangkatan mulai H-7 pada Idul Fitri 1433 Hijriah.
"Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran jauh sebelumnya telah memesan tiket untuk pemberangkatan H-7 Lebaran. Bahkan, dari 32 kursi dari dua bus yang tersedia telah habis tejual," kata Herman, petugas penjualan Perusahaan Otobis (PO) Litha dan Co yang ditemui di terminal Regional Sulbar, Minggu.
Masyarakat yang memesan tiket ini ada yang telah melakukan pembayaran atau hanya mem-booking tiket untuk perjalanan mudik lebaran yang akan datang.
"Saat ini kita masih memberlakukan tarif harga normal. Namun setelah ada ketetapan dari pemerintah dan organda terkait kenaikan tarif baru akan menyesuaikan. Artinya, tiket yang dipesan ini akan menyesuaikan saat pemberangkatan mudik lebaran,"terangnya.
Herman menuturkan, harga tiket normal yang diberlakukan saat ini untuk tujuan Mamuju ke Makassar untuk Bus AC sebesar Rp110 dan non AC sebesar Rp85.000/orang.
Ia mengatakan, bus yang disediakan untuk armada Litha dan Co masih dua unit dan kemungkinan akan dilakukan penambahan saat puncak arus mudik lebaran.
"Biasanya pada saat memasuki puncak mudik lebaran akan dilakukan penambahan armada. Namun ini baru bisa kita pastikan setelah ada kebijakan dari pemilik perusahaan,"terangnya.
Hal senada dikatakan, petugas penjualan tiket Manggala Trans, Udin mengakui, jika tiket perjalanan Mamuju-Makassar untuk H-7 Lebaran telah habis terpesan.
"Pesanan tiket mulai padat khususnya untuk H-7 hingga H-3 Lebaran telah habis. Namun, meraka yang melakukan pesan belum melakukan pembayaran tunai,"tutur dia.
Ia mengatakan, tarif yang diberlakukan untuk perjalanan Mamuju-Makassar masih mengacu pada tarif normal yakni sebesar Rp130 ribu/orang.
"Kami belum berani menaikkan tarif sebelum ada surat resmi yang dikeluarkan oleh Organda dan Pemerintah,"katanya. (T.KR-ACO/I014)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
