Logo Header Antaranews Makassar

Populasi Ternak Sapi Sultra Capai 236.896 Ekor

Rabu, 15 Agustus 2012 13:18 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - Populasi ternak sapi di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga Juni 2012 mencapai 236.896 ekor atau melebih target nasional sebanyak 232.270 ekor.

"Dengan demikian bahwa ada peningkatan populasi sebesar 4.626 ekor sapi yang sekaligus berdampak pada peningkatan kebutuhan konsumsi daging Sultra sebesar 10,86 persen atau melebihi target daging nasional yang sebesar 5,3 persen," kata Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Sultra, Amir Ridwan di Kendari, Rabu.

Menurut Amir, dengan demikian bahwa kebutuhan daging lokal khusus di Sulawesi Tenggara sudah cukup aman, meskipun tidak lagi harus mendatangkan daging dari provinsi terdekat seperti Sulawesi Selatan, akan tetapi justru sebaliknya, daging yang ada di Sultra diantarpulaukan ke luar daerah.

Hanya saja, dengan tingkat populasi ternak yang sudah memadai itu, oleh petani peternak akan secara kontinyu menjual ternaknya untuk di potong, sebab masyarakat Sultra sejak dulu gemar beternak dan tidak mudah menjual bila dianggap tidak mendesak.

Ia mengatakan, Pemprov Sultra, terus berupaya dan mendorong meningkatkan produksi daging sapi dengan meningkatkan jumlah populasi sapi hingga belasan ribu ekor pertahunnya.

"Dengan peningkatan jumlah populasi ternak sapi milik masyarakat di sejumlah kabupaten (Kooawe Selatan, Muna, Konawe, Bombana dan Kolaka maka pihaknya kini mengaktifkan kembali gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang bergerak dibidang peternakan sapi," katanya.

Pengaktifan kembali gapoktan dilakukan dengan cara pendampingan dan bimbingan terhadap peternak oleh petugas penyuluh agar peternak memiliki pengetahuan yang memadai dan mampu menerapkan teknologi pembibitan dan budi daya ternak sapi.

Selain pendampingan penyuluhan, pihaknya juga akan melakukan perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana peternakan, serta perbaikan mutu pakan ternak. Bentuk perwujudannya berupa pemberian bantuan 220 ekor sapi pejantan dan bantuan penyelamatan sapi betina kepada 20 kelompok tani.

Daerah sentra pengembangan utama seperti Kabupaten Muna, Konawe Selatan, Konawe dan Bombana, wilayah Kota Kendari pun dibidik untuk menjadi kawasan pengembangan sapi. Daerah pinggiran kota yang berada di enam kecamatan di Kendari sangat berpotensi untuk pengembangan ternak sapi sepanjang memenuhi kriteria pemeliharaan yang jauh dari wilayah pemukiman penduduk kota. (T.A056/Y008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026