Logo Header Antaranews Makassar

Ispa dan Paru Dominasi Penyakit Akibat Kerja

Kamis, 20 September 2012 17:43 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pakar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI- FKIK Syarif Hidatullah Dr Mukhtar Ikhsan mengatakan, penyakit ISPA dan paru mendominasi penyakit akibat hubungan kerja (PAK).

"Dari 31 jenis penyakit akibat hubungan kerja, ternyata penyakit ISPA dan paru yang paling banyak diderita para pekerja," kata Mukhtar pada seminar sehari yang diselenggarakan PT Jamsostek di Makassar, Kamis.

Manurut dia, faktor yang mempengaruhi timbulnya PAK ada tiga yakni agen,pejamu dan lingkungan.

Dari segi agen, lanjut dia, penyebabnya dapat berbentuk partikel atau debu, uap atau gas. Sementara faktor pejamu (host) dapat disebabkan pertahanan paru dari faktor genetika, pengaruh obat-obatan, rokok, temperatur dan alkohol.

"Selain itu, penyakit paru juga dapat dipengaruhi faktor anatomi dan fisiologi, serta keadaan imunologi," katanya.

Faktor pejamu lainnya adalah umur, jenis kelamin, ras dan status gizi. Sedang faktor lingkungan diakibatkan arah angin, suhu dan kelembaban, termasuk sistem ventilasi dan lain-lain.

Sementara itu, lanjut dia, khusus penyakit paru gejalanya diantaranya batuk, berdahak dan sesak nafas.

"Penyakit paru juga dapat disebabkan karena kecelakaan kerja, misalnya jatuh atau mengalami patah tulang rusuk dan mengenai paru," katanya. (T.S036/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026