Logo Header Antaranews Makassar

Peluang Capres di Sulbar Sama

Sabtu, 6 Juni 2009 11:07 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Peluang kemenangan tiga pasangan calon presiden dalam pemilihan pemilu presiden di wilayah Sulawesi Barat sama.

"Meskipun pasangan Capres dan Cawapres Jusuf Kalla dan Wiranto (JK-Win) memiliki ikatan emosional dengan warga di daerah ini, karena JK orang sulawesi, namun peluang kemenangannya dalam pilpres sama dengan Capres Cawapres yang lain," kata pengamat politik Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju, Edmondus Sadesto di Mamuju, Sabtu.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unika ini mengatakan, berdasarkan data pemilu legislatif (pileg), perolehan suara partai pendukung JK-Win di Sulbar hampir sama dengan partai pendukung pasangan Capres-Cawapres pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono (SBY-Berbudi).

Perolehan kursi partai pendukung JK-Win di DPRD Provinsi Sulbar sebanyak 15 kursi yakni 13 kursi untuk partai Golkar dan sebanyak dua kursi untuk Hanura.

Sementara perolehan kursi partai pendukung SBY-Berbudi sebanyak 13 kursi karena partai pendukungnya tersebut yakni Demokrat memperoleh lima kursi, PAN empat kursi, PKS dua kursi PKB dan PPP masing-masing satu kursi.

Berbeda dengan pasangan capres dan cawapres Megawati dan Prabowo (Mega-Pro), meskipun partai pendukung pasangan ini hanya meraih enam kursi di DPRD Sulbar yakni tiga kursi yang diperoleh PDI-P dan tiga kursi dari Gerindra sehingga menyebabkan perbedaan kursi sekitar 50 persen dengan partai lain, namun kedua pasangan ini memiliki kelebihan untuk menang di daerah ini.

Di Kabupaten Matra, PDI-P memiliki kader terbaik yakni Bupati Matra, Abdullah Rasyid dan Wakil Bupati Matra Agus Ambo Djiwa keduanya menjabat sebagai Ketua PDI-P Sulbar dan sekertaris PDI-P Sulbar, ujarnya

Ia mengatakan, kedua kader PDI-P tersebut diperkirakan akan berjuang mati-matian membela pasangan Mega-Pro.

Sehingga, lanjutnya, peluang menang dari ketiga pasangan tersebut hampir sama, jika dilihat dari hasil pemilu Pileg dan basis massa di wilayah ini.

"Sekarang kita menunggu siapa yang paling cantik diantara pasangan tersebut dalam memainkan isu dan meraih simpatik rakyat daerah ini, karena masyarakat juga sudah bisa menilai latar belakang ketiga pasangan capres tersebut," ujarnya.

(T.PK-MFH/F003)