
DPRD : APBD-P Sulbar Diprediksi Defisit 2,91 Persen

Mamuju (ANTARA News) - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat, mengungkapkan, kemungkinan besar APBD-Perubahan (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah -Perubahan) tahun anggaran 2012, diprediksi mengalami defisit hingga 2,91 persen.
Hal ini disampaikan langsung Wakil Ketua DPRD Sulbar, Muh.Jayadi saat memimpin sidang paripurna penyampaian nota keuangan pemprov Sulbar yang berlangsung di gedung DPRD Sulbar, Kamis.
"Anggaran yang akan dikelola oleh Pemprov Sulbar melalui APBD perubahan tahun 2012 kemungkinan akan mengalami defisit sebesar 2,91 persen dibanding anggaran di APBD pokok,"kata Jayadi.
Hal ini dikaitkan kata dia, dengan penyampaian nota keuangan yang dibacakan oleh Sekda Sulbar Ismail Zainuddin saat rapat paripurna di gedung DPRD Sulbar.
"Berdasarkan penyampaian nota keuangan disebutkan jika ada selisih anggaran antara APBD pokok dengan APBD perubahan sebesar Rp 28,222 miliar atau 2,91 persen. Makanya, prediksi terjadinya devisit anggaran akan terjadi di APBD-Perubahan,"ungkapnya.
Ia menyampaikan, anggaran untuk belanja pada APBD tahun 2012 sebesar Rp 969,008 miliar, lalu di APBD-P diusulkan oleh pemprov naik menjadi Rp 997,231 miliar, artinya terdapat selisihnya sebesar Rp 28,222 miliar.
Selain sekda, sejumlah kepala SKPD lingkup Pemprov Sulbar juga hadir pada paripurna ini. Sedangkan gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, tidak hadir karena dikabarkan sedang berada di Jakarta. Sedangkan wakil gubernur Aladin S Mengga, tengah menunaikan ibadah haji.
Jayadi mengatakan, pendapatan pada APBD pokok sebesar Rp 952,008 miliar, pada PABD-P direncanakan meningkat menjadi Rp 958,222 miliar.
Kemudian kata dia, sektor PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga rencananya akan dinaikkan menjadi Rp 141,047 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 134,984 di APBD pokok.
Sedangkan belanja tidak langsung kata dia, akan berkurang menjadi Rp 390,548 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 395,774 miliar.
"Belanja langsung juga berkurang, yakni dari Rp 573,234 miliar menjadi Rp 606,234 miliar. Dana perimbangan tetap pada angka Rp 663,009 miliar,"jelasnya.
Demikian halnya dengan belanja hibah kata dia juga mengalami pengurangan, dari Rp 169,823 miliar menjadi Rp 162,928 miliar dan belanja bantuan sosial (bansos) berkurang menjadi Rp 12,826 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 11,659 miliar.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan mengemukakan, defisit sebesar 2,91 masih relatif aman karena masih dalam toleransi sebagaimana yang diatur oleh pemerintah pusat.
"Batas maksimum defisit sebesar tiga persen. Sebenarnya bisa saja tidak ada defisit atau nol. Tapi, yang bisa dibelanjakan hanya Rp 5 miliar. Apakah dana sebesar ini cukup untuk eksekutif agar bisa menjalankan program-program kerja di APBD perubahan. Saya rasa eksekutif akan kewalahan. Makanya, kami berikan toleransi hingga 2,91 persen defisit," ungkap Hamzah.
Rencananya APBD perubahan akan disahkan pada tanggal 24 Oktober, setelah komisi-komisi yang ada di DPRD Sulbar melakukan kunjungan kerja ke luar daerah hingga tanggal 20 Oktober. (KR-ACO/N001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
