
KPU : Pilkada tidak Boleh Lagi Asal Jadi

Kupang (ANTARA News) - Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik mengingatkan jajaran KPU Nusa Tenggara Timur bahwa pemilu kepala daerah (Pilkada) harus disiapkan lebih matang, tidak boleh lagi asal jadi, tetapi sudah harus berorientasi pada hasil yang berkualitas.
"KPU tidak boleh lagi berpikir sebagai penyelenggara pemilu hanya menyelesaikan tanggungjawab saja, setelah itu kita tidak melakukan apa-apa, tetapi bagaimana menghasilkan pemimpin yang berkualitas untuk disumbangkan kepada masyarakat bangsa ini," kata Husni Kamil Manik pada acara peluncuran tahapan dan program pemilihan gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur tahun 2013, di Kupang, Senin.
Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2013-2018 pascakepemimpinan Frans Lebu Raya-Esthon Foenay putaran pertama akan dilakukan pada 18 Maret 2013 dan putaran kedua akan dilaksanakan pada 15 Mei 2013.
Dia mengatakan, dengan pencanangan Pilgub NTT ini diharapkan Ketua KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur beserta seluruh jajaran harus bertekad agar Pilgub NTT bisa berhasil, berjalan damai, bisa menghasilkan pimpinan yang berkualitas dan tidak lagi asal jadi saja.
Manik juga berharap, tahapan-tahapan yang diselenggarakan dapat dilakukan dengan penuh ketaatan terhadap aturan, sehingga bisa menghasilkan Pilkada yang berujung hanya pada penetapan di KPU NTT saja dan tidak perlu lagi ada penetapan di Jakarta, karena sengketa pemilu kepala daerah yang berlarut membutuhkan waktu dan energi yang tidak sedikit.
Manik mengakui untuk menghasilkan pemilu berkualitas tentu membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya KPU tetapi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat NTT, yang terbangun melalui komitmen bersama, janji bersama dan bekerja bersama agar pemilihan gubernur ini bisa berjalan dengan sukses. Tidak ada lagi masalah-masalah yang berbuntut pada proses hukum, katanya.
"Ini yang paling penting yang harus dibangun melalui komitmen bersama, termasuk partai politik yang akan mengusung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mulai muncul saat ini," kata Manik didampingi Korwil NTT Ferry Rizkyansyah.
Dia juga menegaskan, siapapun calon gubernur dan wakil gubernur NTT saat ini adalah putra terbaik dari Nusa Tenggara Timur yang tentunya muncul tidak sembarangan tetapi melalui seleksi, pilihan dan aspirasi masyarakat.
Semua rakyat daerah ini harus berpikir bahwa demokrasi adalah jalan yang harus dipelihara secara bersama-sama, supaya semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin daerah.
"Jangan dikira karena NTT ini berpenduduk rata-rata dibanding provinsi-provinsi yang besar penduduknya, tidak berpeluang untuk menjadi pemimpin negara kesatuan republik Indonesia," katanya.
Rakyat NTT harus memiliki rasa, dan harapan bahwa suatu ketika, pemimpin negara ini datang dari Nusa Tenggara Timur, katanya. (T.B017/R010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
