Logo Header Antaranews Makassar

KPU : Jadikan momentum pilkada ajang rutinitas

Senin, 5 September 2016 20:05 WIB
Image Print
Hadar Nafis Gumay (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Kita harus mampu menganggap proses Pilkada ini sebatas rutinitas belaka...

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengingatkan kepada masyarakat yang ada di Sulawesi Barat untuk menjadikan momentum pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak 2017, sebagai ajang rutinitas.

Hal ini disampaikan Ketua KPU RI, Hadar Nafis Gumay dalam acara launching Pemilukada yang dipusatkan di anjungan pantai Manakarra, Mamuju, Senin.

Hadar meminta seluruh pihak, baik itu penyelenggara Pemilukada maupun masyarakat umum untuk membawa momentum Pemilukada ini sebatas rutinitas lima tahunan saja.

"Kita harus mampu menganggap proses Pilkada ini sebatas rutinitas belaka. Dengan begitu, tak perlu ada pihak yang dengan mati-matian untuk mencapai tujuannya di Pilkada. Apalagi sampai harus mengorbankan kepentingan orang lain," sebut Hadar.

Di hadapan ribuan orang yang hadir pada launching Pemilukada tersebut, Hadar menambahkan, meski sekedar rutinitas lima tahunan belaka, terdapat keistimewaan yang terkandung dalam momentum politik itu.

"Tapi memang istimewanya, momentum ini adalah masa dimana kita memilih pemimpin untuk masa mendatang. Itu istimewanya," kata Hadar.

Hadar juga berharap agar seluruh penyelenggara Pemilukada, baik itu KPU maupun pengawas Pemilukada agar mampu menjaminkan proses demokrasi itu berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga diminta untuk saling mengisi, bukan justru terpecah belah.

"Ini momennya untuk kita tekadkan agar Pilkada nanti bisa berjalan dengan demokratis. Berjalan dengan bersih, berjalan dengan damai. Ini momen untuk kita lakukan penyadaran diri, membangun tekad kita semua. Kepada elemen yang berperan didalamnya, bukan hanya kami di KPU, tetapi juga dari unsur pengawasan, pemangku kepentingan lainnya, peserta yang di belakangnya ada Parpol, dan juga unsur keamanan, dan kita semua sebagai unsur pemilih. Kami ingin mengajak kita semua berperan menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab kita," jelasnya.

Hal lain kata dia, pasangan calon harus dengan gamblang mampu menyampaikan visi dan misinya dalam masa kampanye sehingga masyarakat memiliki alasan yang kuat untuk memilih pasangan calon dengan melihat visi dan misinya itu, tentu dengan bebas dan merdeka.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026