
13 Rumah Habis 'Dilalap' Si Jago Merah

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 13 unit rumah di pemukiman padat penduduk Jalan Tarakan, Kelurahan Malimongan, Kecamatan Wajo Makassar, ludes 'dilahap' si jago merah.
Api yang berasal dari rumah kost milik Zainuddin di lorong 182 A itu langsung terbakar ketika setelah terdengar suara ledakan yang membuat panik sejumlah warga, Selasa.
"Api itu berasal dari rumah kos pak Zainuddin dan sebelum kebakaran terdengar suara ledakan yang kemudian membuat warga sekitar panik menyelamatkan diri masing-masing," ujar salah seorang tetangga pemilik rumah, Muslimin.
Ia mengatakan, sehari sebelum kebakaran, sejumlah warga sudah memperingatkan pemilik rumah agar memperhatikan mesin pompa airnya karena sering mengeluarkan asap ketika sedang difungsikan.
"Sejumlah tetangga sudah memberitahu pak Zainuddin supaya memperhatikan mesin pompanya yang selalu berasap kalau dinyalakan, tetap tidak pernah didengar, akhirnya terjadilah kebakaran," katanya.
Meskipun ia belum bisa memastikan kalau api itu bersumber dari mesin pompa airnya, namun banyak warga menduga jika api berasal dari mesin pompa air tersebut karena sudah bermasalah dengan seringnya mengeluarkan asap ketika difungsikan.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita itu baru bisa dipadamkan sekitar pukul 15.30 Wita dengan bantuan warga setempat serta pengerahan 25 unit armada Dinas Pemadam Kebakaran Makassar.
Kapolsek Wajo AKP Basri Jafar yang juga turun ke lokasi kejadian mengaku jika dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil yang belum bisa dipastikan nominalnya. Sedangkan penyebab kebakaran sendiri juga belum diketahui karena masih dalam penyelidikan.
"Kami belum bisa memastikan karena belum mengetahui apa penyebab kebakaran itu. Masih harus melakukan penyelidikan untuk memastikannya. Selain itu, kerugian materil juga masih dihitung. Tapi taksiran kami, jika kebakaran seperti ini nilai kerugian ratusan juta," ucapnya. (T.KR-MH/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
